Mentawai, Negeri Sejuta pesona...
sore itu mentari enggan menampakkan kemilaunya dan lebih memilih betah bersembunyi di balik awan. hanya hawa hangatnya yang menyebar ke seantero negeri dan melukis sebuah senyuman kegirangan di bibirku. hehehe... semuanya, bersemangat untuk menyambut ekspedisi tahun baru, journey to mentawai!! it's me, abdi, Dayat, Isra, Farid dan Taufik yang memulai perjalanan dari pelabuhan bungus padang menuju mentawai. Berbagai persiapan sudah kami bawa beserta planning2 selama di mentawai 7 Hari ke depan....
pengalaman pertama tentu di kapal 'ambu-ambu' yang dengan gagahnya membawa kami bertolak menuju Tua Pejat pukul 8 malam. tak banyak yang bisa saia ceritakan disini selain abdi yang terkulai d kapal karena mabuk laut!! xixixi. selebihnya, it was great!!!
hari pertama kami tiba di Tua Pejat tempat yang kami tuju adalah Pasar Ikan sembari menunggu motor keluar dari antrian barang2 kapal. pasarnya ada dipinggir pantai. malah hanya berjarak beberapa meter dari pantai yang jernih dan kebiruan. kami bahkan bisa melihat area terumbu karang pantai ini dengan jelas dari jalan setapak yang kami lalui. harga ikan disini pun fantastik... ikan Karang jenis Kerapu hanya Rp. 30 ribu rupiah perkilo!! mak! ikan kakap merah besarpun hanya seharga Rp.10 ribu disini. jadilah saia dan Isra memborong ikan2 yang lezat ini untuk dimasak bersama di rumah. dan tak perlu menunggu lama, palai ikan Kerapu ala Chef ito selesai dibuat dan siap untuk disantap. plus gulai ikan karang.... aaabastaaaa...!
puas menikmati kelezatan ikan karang kami istirahat sejenak di rumah tempat kami menginap. sorenya, kami (para cowok keren di Kimia) beranjak menuju pantainya untuk melepaskan hasrat kami, memancing, swimming, dan bernarsis ria. hanya tawa, canda ceria yang terasa, ohhh God!! ini baru liburan! hehe (foto terlampir). beruntung diriku strike, mendapatkan ikan karang yang lucu... hehehe.
puas menghabiskan waktu dipantai, kami segera pulang dimana gulai ikan karang kembali menunggu untuk di santap! nikmaaatt...
esoknya, Mentari senja bergelayut manja di hamparan jutaan awan-awan putih yang mengantarnya pulang ke peraduannya di ufuk barat sebagaimana kami juga pulang dari pengalaman seharian yang menakjubkan. Yupzzz, kembali lagi dengan pengalaman yang amazing dan menyenangkan, yaitu ekspedisi mentawai awal tahun 2012, bersama kami cowok2 keren kimia... hehehe (narsis dikit gak apa2 kan?). meski lelah, namun kami puas menikmati bakar ikan karang di puilau Simakakang yang Indah, keliling gugusan pulau karang dengan Boat yang kami sewa, snorkling menikmati pantai yang jernih dan hamparan gugusan karang yang mempesona, memancing ikan yang dilanjutkan dengan ritual bakar ikan di pulau.... de el el... pokoke, mantap!!
Khusus untuk catatan kali tak banyak yang ingin saya ceritakan, selain foto2 yang akan saia lampirkan. Foto2 ini menjadi bukti nyata keindahan Alam Indonesia Tercinta khususnya Sumatera Barat yang tak kalah indahnya dengan tempat2 wisata d luar negeri! So. Kenapa harus keluar negeri jika bisa menikmati surga dunia yang Indah dan menakjubkan seperti ini?
maafkan ito ya bang....
Malam ini hampir sama dengan malam-malam sebelumnya. Berisi kesunyian yang tak lagi aku takuti semenjak insomnia ini menggelayut di mataku. Lantunan suara merdu Demi Lovato dalam kidung skyscraper, menemaniku merangkai kata demi kata malam ini. Ini bukan hanya catatan, ini adalah catatan, benar-benar sebuah catatan, bingung? Hmm, that’s the point. Hehe. Dan aku kembali larut dalam kenangan…
**********
Sebuah cubitan lembut mendarat di lenganku. Bang win, kakak tingkatku di Jurusan Kimia salah satu perguruan tinggi Negeri di Kota Padang, yang sudah kuanggap saudara kandungku sendiri membangunkanku pagi itu. Kebetulan kami satu kosan.
“bangun dek, sahur yuk,”. Katanya sambil tersenyum. Dengan malas aku bangkit dan beranjak ke kamar mandi untuk mencuci muka sekaligus mengambil wudhu. Selepas sahur dan menunaikan sholat subuh di mesjid, bang win mengajakku tadarusan, sekaligus memperlancar bacaan al-Quranku yang agak berantakan.
“bang pengen sekali-sekali adek bangunkan sahur”. Katanya. Aku melongo. Bukan apa-apa, jujur saja waktu itu mataku masih mengantuk. Akhirnya yang keluar dari mulutku hanya “hmmmmm…”
Setelah beres-beres kamar dan mandi pagi, bang win pamit ke kampus. Hari itu ada kuliah jam 7.30. sedangkan aku, kuliah jam 10.30. so, masih ada waktu buat tidur, mumpung mataku mengantuk, hehehe.
“dek, nanti bikin pudding kentang ya, buat buka puasa” katanya sebelum pergi kuliah.
“oke bang.” Jawabku mantap. Yupz, sekedar informasi niy, memasak adalah salah satu hobiku.
Siang itu aku mulai memasak makanan untuk berbuka nanti.aku berencana membuat teh fruity tropical, ayam kecap, tumis kering brokoli dan tentu saja, pudding kentang pesanan bang win. Sejenak aku berfikir, tumben bang win minta pudding hari ini, biasanya tiap kali ku tanya mau bikin masakan apa, dia selalu bilang terserah, soalnya masakan ku katanya enak semua… hehehe, jadi Gr sendiri…
Ashar telah berlalu. Dan matahari hamper tenggelam pertanda waktu berbuka sudah dekat. Tapi bang win belum kelihatan batang hidungnya. Ku SMS, gak dib alas, di telp gak diangkat. Aku mulai emosi. Bukan apa-apa sih, tapi aku sudah masak demikian banyak, pesanannya pula, tapi yang memesan gak muncul-muncul. Walau setan katanya dipenjara selama bulan ramadhan, tapi yang kurasa waktu itu aku mudah sekali emosi. Kucoba me-SMS-nya sekali lagi. Tetap aja gak dib alas. Akhirnya kesabaranku habis, ku kirim sebuah SMS padanya. “Monyet!”
tak betah di kamar, aku keluar sejenak. Benci melihat makanan tergeletak tanpa ada orang yang antusias menyambutnya.
Waktu berbuka pun datang. Segelas air mineral mengalir lembut membasahi kerongkonganku, namun belum cukup meredakan amarahku yang sudah mengubun-ubun. Sementara setan masih berbisik di telingaku “tuh liat, dia gak menghargai apa yang kamu buat” bikin aku semakin meradang. Maghribpun lewat, Akhirnya aku pulang ke kosan. Kulihat bang win sudah pulang. Ketika aku masuk, dia sedang meletakkan tas ranselnya.
“enak sekali dek pudingnya” katanya tanpa rasa bersalah. Kudorong secara kasar tubuhnya hingga terjerembab. Emosikupun kutumpahkan lewat kata makian panjang padanya.
“coba istighfar dek” katanya tenang. “sholat dulu ya”. Sambungnya.
“Assalamu’alaykum”. Sebuah salam terdengar dari depan pintu, segera ku kenali, Dani, adik tingkatku.
“eh, bang riko, kok gak ikut takziah ke rumah si Fulanah bang?”
Hah!! takziah?
“iya bang, kita semua dah menghubungi abang, tapi HP bang gak bisa dihubungi…….bla..bla…bla” ocehan Dani tak lagi kuperhatikan. Aku tertegun.
Rupanya tadi siang, ada salah seorang adik tingkatku yang mengalami musibah, orang tuanya meninggal dunia. Sebagai koordinator kerohanian, seharusnya tugasku yang mengkoordinir kegiatan takziah tersebut, namun saat itu HP ku tak bisa dihubungi pihak kampus karena seingatku siang itu HP ku sedang low bat. Bang win kemudian mengajukan diri menggantikan tugasku agar teman-teman di Himpunan tidak kecewa padaku. HP bang win gak diangkatpun karena HP tersebut terletak dalam tas yang tertinggal di bagian belakang mobil.
Kupandangi lelaki yang baru saja ku maki. Rasa bersalah menjalar menggerogoti jiwa ragaku. Aku tertunduk…
“maafkan ito ya bang…” ucapku perlahan.
********
Peristiwa itu masih saja membekas di hatiku. Kesabaran, husnudzon, dan ikhlas. Pelajaran berharga dari kakakku yang takkan pernah terlupakan.
Suara dering SMS membuyarkan lamunanku, dari bang win.
“bangun dek, sahuuurr, :-)”
dipagi itu aku tersenyum... ^_^
Angin pagi yang dingin menusuk seolah menamparku takkala pintu jendela mobil ini kubuka. sekelebat memori dan pengalaman yang baru saya jalani berkelebat dalam benakku. apa yang kupikirkan? hmmm entahlah, yang jelas, sekelumit senyum hadir disudut bibirku. pagi itu aku tersenyum.
Tiga hari yang lalu aku datang kekota ini, pekanbaru, sekedar untuk berobat, berlibur dan mencari suasana baru. tempat pertama yang kutuju sudah jelas, rumah sahabatku alkausar. Seorang anak Band sekaligus pekerja disalah satu perusahaan swasta. keren, cool namun kocak. aku sampai dirumahnya pukul 6 sore, sembari meringis kesakitan karena jariku kejepit pintu mobil. rasanya nyut-nyutan!! sesampainya dirumah kausar, dengan raut kesakitan kucelupkan jariku kedalam rendaman air es. periiih banget!! ada pendarahan dalam, dan sepertinya malam itu tidurku tak nyenyak.
tapi perkiraanku meleset ... malam itu rupanya aku tertidur lelap banget. ngorok lagi! xixixi, tapi gak apa2 lah, itung2 ngidupin music rock, kan kenceng n ributnya sama tuh... hahaha, siapa tau bisa jadi inspirasi kausar buat bikin lagu di bandnya, huahahaha (mungkin gak ya? kayaknya nggak deh, hehe). malam itu aku seneng banget, karena selain ketemu ama sahabatku, aku juga ketemu ama abangku, bang win. kita2 jadi ngobrol banyak malam itu.
esok paginya aku diantar berobat sama alkausar ke rumah salah seorang sinse (bener gak sih tulisannya?). orang disana dah pada ngantri. beragam cerita mengalir diantara sesama pasien. emang dasar aku ramah kali ya, langsung aja berbaur ama tuh pasien, apalagi ama mak-mak, cepet banget diriku nyambung, hahaha, dah bakat alami kali ya? xixixi. rupanya tuh sinse dah terkenal banget, jadi ngeri jg diriku, jangan2 pijitannya sakit. parno sendiri kalo mikir sampai kesana, akhirnya untuk menghilangkan ketakutanku, aku makin gencar ngobrol ama emak2 disebelahku, biar gak mikir macam-macam.pas giliran gw, gilaaaaaaa, tuh sinse enteng aja narik2 otot, mengetok2 tulang pinggulku yang sakit ampe mengusap2 perutku hingga telingaku merah menahan geli. tapi abis itu enak. badan jadi enteng hehehe.
abis itu, hmmm bisa ditebak, malala, huahahaha (tawa antagonis ala sinetron indonesia). malala itu bahasa minang, artinya 'pergi kemanapun kusuka tanpa tujuan yang jelas yang penting hati jadi happy'. hebat bahasa kampungku ya, satu kalimat bisa jadi satu kata, hehehehe. seharian pergi ke mal-mal besar. mal-mal ini gak ada dikampungku, makanya kupuas-puasin main disana. naik lift aja ampe 8 kali turun naik, hehehe, abisnya enak sih. nyaman banget. coba kalo lift ini ada dikampung ku trus ditaruh di kebun, pasti aku dan ayahku gak usah repot-repot manjat batang jengkol, cukup naik lift trus ambil deh jengkolnya, xixixixi.
selain itu ada yones adikku, dan pelabuhan cintanya Murni, yang menemaniku. bersama kami karaokean bareng, 2 jam nonstop!! karena didalemnya cuma ada kami bertiga, jadilah kami nyanyi asal jadi. lagu favoritku lagu 'close to you', dari 'the carpenter'. tuh lagu keren banget!! tapi kalo dikir-pikir, kalo mereka denger aku nyanyiin lagi mereka, pasti rambut mereka bakal keriting dan akhirnya mati 2 kali deh. soalnya kalo dikampung, rekaman suaraku dipake buat ngusir tikus diatas genteng rumah, hehe. tapi mendingan kok dari suaranya adekku. kalo lebih lama lagi kami nyanyi, bakalan banyak yang pingsan tuh, bisa jadi tempat karaokean itu tutup karena bangkrut karena kami nyanyi disana hehe, lebay.com.
esoknya aku diajak ke perkebunan sawit ama kausar. suasananya asri banget, beberapa burung langka melintas diatas kepala kami, kalo gak salah namanya burung bagong.(kausar, tolong konfirmasi kalo namanya salah ya, hehe). disana, kami nanam pohon sawit, itung2 melakukan penghijauan buat bumi tercinta, biar adem n gak menimbulkan bencana lagi. abis itu perut kami keroncongan bukan main. kami makan di rumah tantenya kausar yang gak jauh dari kebun tersebut. masakannya enak banget, mengingatkanku akan masakan nenekku yang udah almarhumah, hiks. miss my grandma....
puas malala, saatnya pulang ke kehangatan keluarga alkausar. mereka pada ramah banget. jadi tambah betah, pengen lama2 disini tapi takut ngabisin jatah makan mereka, hehe. dan yang lebih menyenangkan adalah suara2 dari sahabat2ku tercinta, cici, iva dan levoy. kami telp2an pake multiparty calling. seruuuuu. terasa banget indahnya persahabatan. jadi terharu nih... Moga Allah melekangkan persahabatan kami ampe kapanpun.... amin.
begitulah.... hingga akhirnya pagi itu aku tersenyum.
jadi teringat akan sebuah kalimat manis,
"the greatest thing you ever learn is just to love and be loved in return"
love u all......





