Maret 30, 2012 Aku menciut di sudut ruangan. Memeluk lutut dan memegang kepala yang serasa mau pecah. Carcinoma Nesopharinx. Penjahat yang akan mengambil cintaku jauh, ketempat yang tak terbayangkan olehku. Ya Allah, kuatkan imanku, berikan aku jalan yang benar dalam melangkah di rimba kehidupan ini, karena semua mulai terasa pahit bagiku. Apalagi kala senyumannya, sapaannya, candaannya dan curhatnya yang semua kembali layaknya cuplikan-cuplikan film pendek dan menari-nari dibenakku. Wudhu. Dan mulailah aku melantunkan kalimat suci dalam shalatku. Berdoa khusu’ (mungkin ini adalah sholat terkhusu’ dalam hidupku), “Tuhan jangan ambil cintaku…..”
April 2, 2012 Lebam hatiku wahai langkisau Kala engkau bercerita kisahku dan dirinya Sia-sialah aku menutup mata dan telinga Kala bayangan demi bayangan itu kau munculkan di benakku Dalam diam kususuri jalanmu Dingin hampa dan tiada lagi senyuman Yang terpatri kala kemuning senja merekah di garis cakrawala Dan aku hanya bisa terdiam dalam lamunan April 5, 2012 00.00 WIB. Handphoneku bordering, nyaring hingga hampir membuatku tersentak. Susah payah kutahan mata hanya untuk menunggu detik ini. Dan “happy bday itooooooooo…” seru Kausar dari ujung sana. Hufftt…. Kecewa… kemana gadisku? Sudah jam 10.25 siang, dan aku masih gelisah menunggu telpnya. Apa dia tidak tahu hari ulang tahunku? Padahal sudah jelas terpajang di FB ku beserta sederet ucapan selamat dari teman2ku mulai dari yang lebay sampai yang berkhotbah sapanjang tali baruak’. Dan sekarang pukul 23.20 WIB. Dan tak ada 1 telponpun darinya… ‘terkurung sunyi dalam lirih suara angin Sekilas terbayang wajah rupawan di ujung sana Teringat akan cinta yang pernah kau beri Namun lalu kita berpisah direngkuh oleh jarak… Hiks… dan akupun kembali memeluk guling… membayangkan aku dan cintaku berjalan membelah angkasa dan bertahta dikerajaan awan, dipuncak langkisau… April 26, 2012 “Waaah, jadi repotin niy” seorang ibuk-ibuk (atau lebih tepatnya mak-mak merangkap atasanku di sekolah plus calon mertuaku, amin….) berbinar melihat kue yang ku bawa. Cake strawberi buatanku sendiri. Hihihi. Lucu juga liat maknya begitu excited dengan kue yang kubawa. Seneng, apalagi ku lihat dia tersenyum ketika keluar dari kamarnya, tak ada lagi rona pucat. Alhamdulillah, mudah-mudahan kondisinya membaik. Dan hari ini aku pulang dengan bahagia… Mei 12, 2012 “bang, adek akan di operasi bulan depan.” Itulah sepenggal kalimat yang dilontarkannya siang tadi. Masih kuingat matanya setengah sayu menatap ke jejeran nyiur yang melambai di pinggir pantai. Ingin ku hujat mentari, agar tak usah sombong di atas sana, karena di mata cintakulah sinar yang paling terang namun menyejukkan itu berasal. Dan aku berdiri dihadapannya, walau setengah meredup, namun masih tetap indah. Dan aku rindu suasana ini. Menyeruput kelapa muda di pesanggrahan di puncak langkisau. Walau hatiku galau mengingat apa yang akan dilalui cintaku…Langkisau Part 2: Tuhan, jangan ambil cintaku....
maret 2, 2012 "bang, kenapa bg masih betah menjomblo?" pertanyaan itu mengalir dari mulutnya. aku terkesiap. apa maksudnya dia bertanya seperti ini "gak ada, malas aja pacaran. kalo udah waktunya kelak, bg pengen ta'arufan bentar trus langsung nikah ajah" jawabku sekenanya. "caileeeeeeee... kayak di film ayat2 cinta dunk... hehehe, aku jadi aisyahnya boleh gak bang?" cetusnya riang. gilaaaaaaaa!! jantungku serasa mau copot. mungkinkah dia merasakan hal yang sama? "kalo adek jadi aisyahnya, emang adek mau di madu? truuus, kalo adek jadi aisyahnya, trus cowok adek yg sekarang mw dikemanain?" "dimadu? manis dunk bang... hehehe." kulihat lesung pipinya nan menawan. walaaaaaah, ya Allah, kuatkan hatiku! "bang, boleh curhat gak? kalo mengenai cowok siy, beneran nih bang ya, tapi jangan bang ketawain ya..." "hmmm,iyaaa" "jujur bang, Ai gak ngerasa seperti seorang yang jatuh cinta ama dia. gak tau kenapa, padahal kami dah pacaran 5 bulan lebih tapi kayaknya biasa2 aja. justru adek nyaman kalo cerita2 sama abang. hehehe." deg! jantungku berdetak lebih keras. ada apa ini?
Maret 12, 2012 kulihat koleksi fotoku berulangkali. kucetak beberapa fotoku dengannya. bagus, manis pula! yupz, telah beberapa kali langkisau menjadi saksi kekikukkanku ketika menatap matanya, dan entah beberapa kali pula Bukit Langkisau mencuri dengar curhatnya padaku dan curhatku padanya. kami bertambah akrab. si Angkuh itu sudah berubah menjadi periang dimataku. dan aku terbawa dalam pusaran awan cinta, hingga tak tau arah kumelangkah. aku terhanyut dan pasrah terombang ambing didalamnya. kuletakkan foto itu di meja kamarku. aaaaaaaaa so sweeeeeeettt.... Maret 17, 2012. sudah seminggu aku tak mendengar kabar darinya. biasanya dia rajin sms, tapi sekarang? ku ambil ponsel bututku, kuketik sms "apa kabar dek?" 10 menit berlalu... 1 jam... 2 jam... dan satu hari berlalu. mau nelp, pulsa cekak... hufftt... kangen! Maret 25, 2012 "bang, bisa ketemu gak? di puncak langkisau ya..."sepucuk pesan muncul d ponselku. hatiku riang bukan kepalang! setela sedikit 'bersolek' aku bergegas memacu motorku ke bukit Langkisau. sesampainya disana, kulihat sosoknya yang anggun. lengkap dengan jilbabnya yang manis. Subhannallah! aku terkesima ketika menatap jilbab putih bercorak bunga yang dikenakannya. tak adalagi terlihat rambut panjangnya yang tergerai. "Ai cantik gak bang?" "Wallahi, sangat dek!! selamat ya" "hehehe, jangan segitunya liat Ai dunk bang... ntar naksir lho, hahahaha..."setelah itu mengalirlah cerita dari mulutnya. 2 minggu mempersiapkan diri untuk mulai berhijab tepat setelah aku berdebat dengannya tentang urgensi jilbab. saat itu dia kekeuh dengan pendapatnya bahwa akan lebih baik menjilbabi hati terlebih dahulu. namun kujelaskan bahwa tak ada hubungan jilbab dengan jilbab hati. jilbab itu wajib hukumnya, siap ataupun tidak siap, itulah aurat yang telah di amanatkan Allah untuk ditutupi dan dijaga sebaik2nya untuk suami kelak. mau dia sholat kek, atau tidak kek, yang jelas jilbab itu wajib. berikut kusodorkan beberapa buku dan majalah padanya. hihihi, sok jadi ustadz kesiangan....! suara batuknya membuyarkan lamunanku. kulihat dia mendekap mulutnya lalu berpaling membelakangiku. "kenapa dek?" dia menggelengkan kepalanya. batuknya kian menjadi. ku raih tangannya dan kulihat wajahnya. ada yang mengalir dari sudut bibirnya... darah!!! tobe continued...Langkisau Part 1 : Cintailah Aku
Sept 12, 2012 Mentari hari ini hangat… sangat hangat. Kurentangkan tanganku, berusaha menangkap energy yang kuharap bisa menghangatkan tubuh dan hatiku. Hari ini aku berjalan di antara pepohonan yang tumbuh subur di sepanjang jalan perbukitan ini. Bukit yang penuh kenangan, indah dan menenangkan namun sekarang menjadi duri yang menggores jantungku. Orang-orang menamai bukit ini Bukit Langkisau, namun bagiku, ini adalah bukit lautan asmara, dengan seribu kisah, seribu cerita. Dan lembaran cerita itu kembali kubuka…
******* Sept 17, 2011 Hari ini aku bertemu dengannya. Wajah mulus, senyum maut dan anaknya asyik. Pengen kenalan tapi gengsi, lagipula anaknya sedikit angkuh. Hehehe, susah kalo jadi orang jelek, walau kadang di depan teman2ku aku ngakunya ganteng. (Karena gak ada yang muji siy). Tapi gak ada salahnya dunk muji diri sendiri, mumpung masih gratisss, hehehe. Sept 20, 2011 Aneh, hari ini entah sudah berapa kali aku bercermin. Memandang wajah sendiri, sesekali kumonyongkan bibir, berharap aku bisa se-cute artis korea di tipi-tipi. Hari ini aku kerumahnya, ketemu dengan ibu kepala sekolah yang juga atasanku. Entah kenapa aku ingin tampil keren hari ini, karena diakah? Hanya namanya saja yang aku tahu, siapa dan bagaimana orangnya, entahlah…. Bingung!! apa yang terjadi padakuuuuuuuu! (teriak 7 oktaf!) Sept 26, 2011 Hari ini aku melihatnya, pulang dari Padang dan langsung masuk rumah, padahal aku ada di depan rumahnya!! Apa salahnya nyapa, atau apa kek. Ini malah langsung masuk rumah! Bikin BT juga niy anak, masa aku gak dianggapnya sama sekali?? Huh, lagian gak manis2 amat kok! Dasar belagu! Awas loe, ntar gentian kucuekin! L!! Okt 2, 2011 Airin namanya. Dan aku sudah lumayan kenal dengannya. Manis, dan ternyata ramah. Anaknya juga baik, sopan. Menyenangkan bisa bersamanya. Dan entah kenapa setiap aku mulai merasa nyaman berbicara dengannya. Padahal beberapa hari yang lalu, …….. hihihi *love is in the air, baby!! Des 24, 2011 “bang, kemana tahun baru bang?” “gak kemana-mana dek, kenapa?” “gak ada acara bang? Sama cewek abang?” “hahaha, bg masih jomblo dek” “huhuhu, masa siy? Jomblo? Ganteng gini kok…” “hahaha, adek ngeledek ya? Jelek gini kok” *ngomong dengan hati berbunga “abang ganteng kok, hehehe, tapi gantengan cowok Ai, hahaha” “Hahahaha” (dalam hati, *Hufft, BT!!) Des 31, 2011 Pukul 22,47 WIB. HPku berdering. Di ujung sana kudengar suara merdu yang kukenal, Airin “bang, lagi dimana? Ke Painan yuk. Gabung ama Ai,…” “emang lagi dimana dek?” “di Bukit Langkisau bang bareng teman2….” “bang sekarang di pelabuhan panasahan, tunggu di sana ya… bentar lagi bg kesana” “Ai tunggu ya bang….” Dan malam ini ribuan kembang api tak hanya bermekaran dilangit, namun sinarnya juga sampai di hatiku. Memendarkan ribuan kebahagiaan hingga aku tersenyum lebar malam ini. Ya Tuhan, aku jatuh cinta….. Jan 12, 2012 Aku mendekap malam dengan nyanyian sendu Gelap ini memerangkapku dalam penjara rindu Gelisah hati, pikirkupun tak menentu Geram hatiku padamu Dan aku ingin mendengar kembali kata rindumu padaku… Jan 27, 2012 Ku lempar tas ranselku ke pojok kamar. Nafasku masih memburu, dadakupun masih turun naik. Sepulang dari kampus, aku melihatnya! Berboncengan berdua dengan seorang lelaki, mesra! Anj*ng! rasanya aku ingin mengejarnya, menggamit lengannya dan membawanya ke motorku. Tapi akal sehatku masih berfungsi normal, dan kini aku hanya berdiam diri di kamar, menyeruput air putih beberapa teguk sembari berusaha menenangkan diri. Tolong aku ya Allah… Feb 4, 2012 Puluhan smsnya masih kusimpan. Kubaca berkali-kali. Senyum-senyum sendiri (gila kali!). walau hanya berisi kalimat “apa kabar bang?” “lagee dmn bg?” “dah srpan bg?” “gak krumah bg?”, tapi entah kenapa hatiku berbunga-bunga… weeeeiissss…. Kok lebay gini ya? Hehehe…. Feb 20, 2012 “adek nyaman dekat sama bg” ucapan itu mengalir dari bibirnya yang lembut. Aku terperangah. Iyaaaaa! Dia bilang nyaman denganku. Apakah ini pertanda? Hatikupun berbunga, hingga…. “kata-kata dari mulutmu memang berbahaya….” Sepenggal lagu agnes monika yang jadi ringtone HPnya mengalun ditengah percakapan kami. “halo yank….. bla bla bla” tersurut sudah langkahku…. Dan akupun kembali berlayar dalam samudra diam, sembari mengetikkan tugas yang ditugaskan mamanya padaku… To be continued…..the zero... catatan o km, 0 derjat, 0 life (back to basic to face reality), part 1
gileeeee, sabang daaaank! hehe... pagi itu semua serba sibuk... saia sibuk memenuhi kebutuhan kampus, rekap nilai n ngawas ujian mindha, ronal, zikri fani, eis, sibuk packing barang. gak nyambung ya? hehehe, itulah uniknya... disaat2 terakhir awal perjalanan kami, disaat itu pulalah saia disibukkan oleh hal2 yang seharusnya sudah selesai dikerjakan. plus sim A yang belum juga keluar. setelah diteror beberapa jam sama mindha dkk plus bikin ronal cemberut nungguin d depan kantor polisi, akhirnya perjalanan ini dimulai juga. deg-degan, senang, bingung menjadi starting point keberangkatan kami. saya didapuk menjadi supir selama perjalanan ini plus eis sebagai navigator. tak mudah melalui perjalanan ini, apalagi mengenai rute, ini adalah rute baru pertama kali kami lalui. untungnya smartphone ronal dilengkapi ama google map, so gak perlu pusing mikirin rute yang akan kami lalui, yang perlu kami pikirkan adalah bagaimana membuat ronal tetap bangun selama perjalanan dan menuntun kami ke jalan yang benar... hehehe. rute yang kami lalui adalah : padang- bukittinggi-Pasaman (Bonjol)- Padang Sidempuan- Sipirok-Tarutung-Medan-Binjai- Aceh Timur-Aceh Besar-Banda Aceh- Sabang. day 1. perjalanan ini beneran ala anak kos! 30 km sebelum sidempuan kami ngemper dulu d pom bensin terdekat. aku sama ronal tidur d emperan mushalla, yang lain stay d mobil. dan ternyata eh ternyata, banyak loh yang telah duluan ngemper disana... mulai dari satu keluarga hingga grup touring. saia jadi senyam senyum gak jelas liat pengemer di sekitar... hihihi. ada yang nyusuin anaknya, ada yang melerai anak bertengkar, ada yang bagi-bagiin minuman hangat ke temannya, ada juga yang sukses ngorok. untung ngoroknya gak pake toa mushalla, bisa2 dikira sirine peringatan tsunami.... hihihi. day 2 esoknya perjalanan kami teruskan setelah sholat subuh. subuh masih membayang dan memperlihatkan lembayung merah di ufuk timur seolah memberi semangat bagi kami untuk melanjutkan perjalanan. Ganbatte!! tapiii, karena satu dan lain hal, akhirnya kami memutuskan untuk berhenti dan menikmati keindahan alam Padang Sidempuan. yupz, jadilah air terjun sijernih sebagai tempat pemberhentian pertama kami hari itu.
airnya yang jernih plus segar membantu mengembalikan stamina dan mood kami pagi itu. tempatnya keren, sayang, pengaturan lokasi pedagangnya kurang baik juga spanduk2 calegnya... hadew... masih ada politik di area wisata ini... :( sesampainya d sidempuan kami disambut oleh ramahnya komunitas Forester. thanks so much atas keramahan dari Rizki dkk yg bikin kami ingin balik lagi ke sidempuan, namun sayang perjalanan mesti kami lanjutkan kembali, maklum, sabang bro!! hehehe. jadilah malam itu kami lanjut ke Medan dan menginap d SPBU sipirok. to be continued....kecap air kelapa
Mentawai, Negeri Sejuta pesona...
sore itu mentari enggan menampakkan kemilaunya dan lebih memilih betah bersembunyi di balik awan. hanya hawa hangatnya yang menyebar ke seantero negeri dan melukis sebuah senyuman kegirangan di bibirku. hehehe... semuanya, bersemangat untuk menyambut ekspedisi tahun baru, journey to mentawai!! it's me, abdi, Dayat, Isra, Farid dan Taufik yang memulai perjalanan dari pelabuhan bungus padang menuju mentawai. Berbagai persiapan sudah kami bawa beserta planning2 selama di mentawai 7 Hari ke depan....
pengalaman pertama tentu di kapal 'ambu-ambu' yang dengan gagahnya membawa kami bertolak menuju Tua Pejat pukul 8 malam. tak banyak yang bisa saia ceritakan disini selain abdi yang terkulai d kapal karena mabuk laut!! xixixi. selebihnya, it was great!!!
hari pertama kami tiba di Tua Pejat tempat yang kami tuju adalah Pasar Ikan sembari menunggu motor keluar dari antrian barang2 kapal. pasarnya ada dipinggir pantai. malah hanya berjarak beberapa meter dari pantai yang jernih dan kebiruan. kami bahkan bisa melihat area terumbu karang pantai ini dengan jelas dari jalan setapak yang kami lalui. harga ikan disini pun fantastik... ikan Karang jenis Kerapu hanya Rp. 30 ribu rupiah perkilo!! mak! ikan kakap merah besarpun hanya seharga Rp.10 ribu disini. jadilah saia dan Isra memborong ikan2 yang lezat ini untuk dimasak bersama di rumah. dan tak perlu menunggu lama, palai ikan Kerapu ala Chef ito selesai dibuat dan siap untuk disantap. plus gulai ikan karang.... aaabastaaaa...!
puas menikmati kelezatan ikan karang kami istirahat sejenak di rumah tempat kami menginap. sorenya, kami (para cowok keren di Kimia) beranjak menuju pantainya untuk melepaskan hasrat kami, memancing, swimming, dan bernarsis ria. hanya tawa, canda ceria yang terasa, ohhh God!! ini baru liburan! hehe (foto terlampir). beruntung diriku strike, mendapatkan ikan karang yang lucu... hehehe.
puas menghabiskan waktu dipantai, kami segera pulang dimana gulai ikan karang kembali menunggu untuk di santap! nikmaaatt...
esoknya, Mentari senja bergelayut manja di hamparan jutaan awan-awan putih yang mengantarnya pulang ke peraduannya di ufuk barat sebagaimana kami juga pulang dari pengalaman seharian yang menakjubkan. Yupzzz, kembali lagi dengan pengalaman yang amazing dan menyenangkan, yaitu ekspedisi mentawai awal tahun 2012, bersama kami cowok2 keren kimia... hehehe (narsis dikit gak apa2 kan?). meski lelah, namun kami puas menikmati bakar ikan karang di puilau Simakakang yang Indah, keliling gugusan pulau karang dengan Boat yang kami sewa, snorkling menikmati pantai yang jernih dan hamparan gugusan karang yang mempesona, memancing ikan yang dilanjutkan dengan ritual bakar ikan di pulau.... de el el... pokoke, mantap!!
Khusus untuk catatan kali tak banyak yang ingin saya ceritakan, selain foto2 yang akan saia lampirkan. Foto2 ini menjadi bukti nyata keindahan Alam Indonesia Tercinta khususnya Sumatera Barat yang tak kalah indahnya dengan tempat2 wisata d luar negeri! So. Kenapa harus keluar negeri jika bisa menikmati surga dunia yang Indah dan menakjubkan seperti ini?
B I A N
"saya terima nikahnya liza binti fulan dengan mas kawin seperangkat alat sholat, tuuunai" suara itu kudengar mantap lewat handphone yang didekatkan padanya.
awalnya hanya setetes, namun kemudian entah berapa tetes airmata ini mengalir deras membasahi mataku. Bian, lelaki gagah itu sekarang sudah resmi beristri, dan sekarang disini aku menangis... meski ada denyutan di dadaku, masihkah tangisan ini pantas untuknya atau tidak. Air mata ini semakin deras hingga perlahan membawaku pada kenangan di masa-masa kuliah dulu.
"ni, tugas laporan praktikum biokimia dah selesai apa belum?"
"hmm, pasti mau nyontek." jawabku dengan wajah sok sewot."nih". kusodorkan laporan itu ke hadapannya. senyumnya mengembang, diambilnya laporan itu dari tanganku. sejenak kami saling menatap. deg... jantungku tiba-tiba berdegup kencang. entah apa pula yang dirasakannya, tapi setelah aksi saling tatap itu, kami sama-sama salah tingkah.
"Arni, laporan Nopi juga belum selesai. biar laporan Arni ama Nopi dulu ya, ntar baru kasih ke Bian, atau kalo mau cepet, fotokopi aja yan..." celoteh Nopi yang sekaligus memecah kebekuan diantara aku dan bian.
entah apa yang ada dibenakku waktu itu. yang pasti aku tidak ingin persahabatan kami bertiga ternodai ikatan cinta antara aku dan bian. Perasaan itu tetap kupendam dan kusimpan rapat-rapat dalam palung hatiku terdalam. kadang rasa ini membuncah dan telingaku panas, kala mendengar teman-temanku membicarakannya, mengaguminya atau sekedar ingin menyampaikan salam padanya melalui aku. setiap rasa cemburu yang muncul selalu kututupi dengan senyumku yang sempurna.
"Uni cinta sama bang bian?"tanya anak itu padaku pada suatu ketika. Ari, adik tingkatku yang satu kos-an dengan Bian.
aku yakin saat itu pipiku memerah, namun kusembunyikan dengan pura-pura mengaduk larutan NaOH 0,5 Molar di meja praktikumku. "apa sih ri?" ucapku dengan sedikit gugup. "Uni cuma berteman akrab kok dengan abangmu tu".
"hahaha, udahlah ni, gak usah malu-malu sama ari, keliatan kok uni malu-malu. hmm, coba dengar, semua yang uni sentuh saat ini mendendangkan lagu cinta yang lirih, xixixixi." katanya dengan gaya khasnya yang lebay. aku terdiam, tak tahu mau bilang apa.
"uni tau nggak, bang Bian juga suka lho sama uni." cilotehnya sambil memandang nakal ke arahku.
"hmm, jadi dah jelaskan kalo kalian saling suka, hehehe. Ari bisa kok mencomblangkan Uni dan bang Bian." lanjutnya enteng dengan tangan terlipat didepan dadanya.
cukup sudah, saat itu aku mau meledak. segera aku ke ruangan Khusus assisten dosen. kebetulan ruangan itu sedang kosong. kuraba dadaku, masih berdegup kencang, aku dan Bian? "Ya Allah, mungkinkah ini akan terjadi?" bisikku lirih dalam hati.
Tangisan Farhan, membuyarkan lamunanku. Anakku yang baru saja berumur 3 bulan 10 hari itu terbangun. segera kuletakkan Handphone tanpa ku matikan. ku peluk anakku, oops, rupanya popoknya basah. dengan telaten kuganti popoknya dengan popok baru. setelah kuciumi beberapa kali, kuletakkan bayi mungil tersebut di atas ayunannya. ku ayunkan perlahan supaya ia kembali terlelap. kuambil kembali Handphone tersebut, masih nyambung. kembali kudengar proses ijab kabul tersebut dan sepertinya hampir selesai. kutengadahkan tanganku dan kutundukkan wajahku, khusyuk mendengarkan doa yang sayup-sayup terdengar dari seberang sana untuk kedua mempelai. dan air mata ini kembali meleleh dari kedua mataku.
"Uni, dah selesai ni." Kudengar suara Ari yang serak dari ujung sana.
"iya, makasih ya dek. Ari kenapa?" tanyaku padanya.
"sedih aja ni, Ari ama bang Bian dah akrab banget. dan sekarang rasanya ri bakal kehilangan teman bermain, bergelut dan teman sekosan. canggung banget rasanya." Ujarnya sambil kudengar sesekali dia terisak.
"tenang aja dek, uni yakin, bang Bian gak bakal menjauh dari Ari kok. Itu biasa, setiap ada pertemuan pasti ada perpisahan, yang penting kita tetap saling bersilaturahim." ucapku pelan dan lirih.
Kupandangi bayi mungil buah cintaku dengan bang Faisal tersebut. ah, aku terlalu emosional. semuanya telah berlalu, meski hingga saat ini aku tak pernah tahu apakah Bian benar-benar mencintaiku, dan Ari gagal menyatukan kami, toh sekarang aku bahagia dengan suamiku yang sekarang, suami terbaik yang dipilihkan orang tuaku sebagai imamku.
"nanti sampaikan salam uni untuk bang Bian dan...istrinya ya" ucapku dengan sedikit tersendat menyebutkan kata istrinya tersebut. kututup pembicaraan kami. sejenak aku tertegun, ada perasaan sakit yang menyentak tiap kali mengingat Bian, lelaki gagah yang dulu bertahun-tahun mendiami hatiku, menikah dengan wanita lain.
"Semoga bahagia Bian, amin" ucapku dalam dan lirih sembari mengusap rambut anakku.


