Ujian SNMPTN hampir tiba. banyak calon mahasiswa telah mempersiapkan diri mereka agar berhasil dan mampu menembus ketatnya persaingan menuju kursi panas mahasiswa. berikut beberapa tips yang mudah2an berguna bagi pembaca semua :
1. Jangan berharap bisa mempelajari seluruh diktat pelajaran dalam waktu singkat. Fokuskan pada beberapa pelajaran yang memiliki bobot nilai lebih tinggi. Beberapa pelajaran seperti matematika, kimia, biologi, bobotnya lebih tinggi dari Bahasa Indonesia. Tapi, itu tentu tak berlaku mutlak, tergantung pada jurusan yang dipilih juga.
2. Tetapkan prioritas dalam menjawab soal. Jawablah soal-soal yang berbobot nilai tinggi dan memiliki nilai kebenaran tinggi. Salah menjawab berarti nilai Anda dikurangi. Lebih baik memainkan "strategi aman": jawablah soal-soal yang Anda yakin benar dan tinggalkan soal-soal yang anda ragu jawabannya.
3. Belajarlah membaca soal secara cepat. Anda tak harus membaca soal dengan cara konvensional: kata demi kata. Baca secara umum, kemudian fokuskan pada detail-detail persoalan. Cara itu mungkin akan menghemat waktu ujian Anda.
4. Bersikap rileks. Stress membuat Anda lebih lama menyelesaikan soal-soal. Bahkan, Anda bisa tergelincir pada kesalahan-kesalahan teknis karena panik. Redakan kepanikan di awal-awal ujian dengan mengulum permen atau vitamin C. Ambil nafas sejenak.
5. Dari sejak awal bangunlah rasa percaya diri terhadap kemampuan Anda sendiri. Caranya, mempersiapkan diri secara lebih matang atau mengerjakan latihan soal. Ikut bimbingan belajar atau tidak, yang penting jangan sampai krisis kepercayaan diri saat mengerjakan soal. Jangan lupa berdoa, karena doa akan membuat batinAnda lebih tenang dan percaya diri. Dukungan dari orang yang Anda kasihi seperti orang tua juga akan banyak membantu memberikan ketenangan.
6. Datang lebih awal. Itu akan membuat Anda bisa mempersiapkan diri mengikuti ujian dengan baik. Dengan cara ini Anda juga bisa terhindar dari musibah-musibah yang tidak terduga seperti kemacetan lalu lintas, mobil mogok, hadangan demonstrasi dan sejumlah persoalan lainnya
7. Perhitungkan secara cermat alokasi waktu pengerjaan soal-soal ujian. Rumus-rumus yang lebih singkat akan membantu menghemat penyelesaian setiap soal. Jangan pula berlarut-larut pada satu soal yang memusingkan Anda. Kejarlah waktu dan berikan jawaban terbaik Anda, supaya waktu Anda tak sia-sia.
8. Teliti. Kesalahan teknis kecil bisa membuat hasil ujian Anda tak berharga, seperti penulisan nama dan kode.
9. Istirahat yang cukup agar Anda cukup segar ketika menghadapi soal-soal SNMPTN.
10. Persiapkan peralatan segala peralatan dengan baik, pensil penghapus, kartu identitas ujian, makanan kecil dan minuman untuk rehat saat jeda antar-ujian.
11. Hindari penyebab kegagalan, seperti ketidaksinkronan kemampuan dan keinginan. Strategi pemilihan jurusan yang hanya mendasarkan pada masalah gengsi dan bukan berdasarkan kemampuan bisa jadi bumerang
TIPS SINGKAT MENGIKUTI UJIAN (SNMPTN)
young teacher's diary part 2
malam, dan aku masih dijalan mengendarai motorku yang selalu setia menemaniku kemanapun, tamparan angin malam seolah tak kurasakan.
'fiva forever, I'll be waiting,
everlasting like the sun...........'
sebuah syair yang sahdu dari spice girl mengalun indah ditelingaku saat aku melintasi pedagang cd bajakan diperempatan. mengantarkan ingatanku pada kejadian tadi siang. aku bertemu buk Non, pembimbing skripsiku. seperti biasa pertemuan kami selalu di awali oleh senyuman beliau yang anggun dan keibuan.
"bagaimana, dah selesai?" sapa beliau ramah
"udah buk, alhamdulillah". jawabku sambil membalas senyuman beliau.
setelah berbasa basi sejenak, beliau kembali menjejaliku dengan wejengannya yang bagiku bagaikan mutiara yang mengucur deras padaku. ya, itulah ilmu yang beliau alirkan padaku. sedekah jariyah beliau, moga Tuhan membalasnya...
"proses mengajar sekarang harus kreatif, efektif dan efisien. jangan hanya bersifat teacher centered, guru sebagai pusat informasi. perlakukanlah siswa sebagai subyek bukan objek dalam mengajar. karena pada dasarnya, sebelum belajar, mereka sudah mempunyai 'bahan mentah' terhadap materi yang diajarkan. buat mereka mengkonstruksi pengetahuan mereka, dengan apa? ya dengan hal-hal yang baru, unik dan menarik, nah disinilah seorang guru berperan sebagai fasilitator atau bisa dibilang sebagai tim kreatif agar siswa bisa memperoleh konsep yang akan langsung tersimpan dalam otak mereka sebagai 'longterm memory'". jelas beliau diiringi 'bodylanguage' beliau yang khas dan anggun.
aku terkesima mendengar penjelasan beliau. benar juga...
"lalu kalau begitu, peran guru berkurang donk buk?" terlontar begitu saja pertanyyaan itu dari mulutku
"tidak ada pengurangan dalam tugas dan tanggungjawab dari seorang guru" jawab beliau dengan tatapan bagai mata elang. sejenak aku berfikir aku telah melontarkan pertanyaan yang bodoh.
"Guru tetap memegang kendali di kelas, cuma metodenya saja yang variatif,
dikreasikan dan dikombinasikan. guru meluruskan miskonsepsi yang mungkin bisa terjadi pada siswa ketika proses belajar tersebut berlangsung. untuk itu seorang guru selain dituntut kreatif, juga diharuskan menguasai konsep. karena dengan konsep yang jelas, akan memudahkan kita berfikir, bagaimana agar konsep itu bisa dikuasai siswa melalui metoda pembelajaran yang beragam."
sungguh mengagumkan tugas seorang guru. jadi semakin bangga deh jadi seorang guru, hehe. sambil tersenyum simpul, kulambatkan laju motorku, perutku sudah keroncongan dan minta diisi, maka singgahlah diriku ke sebuah warung nasi goreng. kupesan nasi goreng kesukaanku, nasi goreng petai!! haha,(coba kalo ada nasi goreng jengkol, pasti aku minta jengkinya double, huahahaha)
aku berjalan ke bangku tengah sekalian agar bisa menonton tv. seorang pelayan mendatangiku,
"ada apa ya bang?" tanyaku ramah, (bukan apa2 sih, tapi aku sempat salah tingkah karena dari tadi kuperhatikan dia senyum-senyum sendiri melihatku hingga aku sempat berprasangka buruk kalo dia itu 'aneh').
"maaf ya dek, tapi jangan marah ya, baju yang adek pakai terbalik"terangnya dengan senyum yang semakin melebar.
gubraaaaaaaaaaak!!!
ya Ampun.... ternyata eh ternyata, malunya diriku... dari rumah teman ganti baju, tapi karena terburu-buru, bajunya terpasang secara terbalik!!
dengan wajah merona aku berlalu ke toilet....
to be continued.........................
dari guru untuk pak sutradara dan pak produser.....
guru...
begitu profesi itu disebut secara gagah. dipuja dan dipuji dalam lagu, tulisan dan sejarah, namun direndah hinakan oleh sinetron kacangan indonesia. miris... itulah yang terfikir di benak saya manakala menyaksikan begitu banyak pelecehan suatu profesi yang mulia ini untuk 'membeli' sepotong tawa dari masyarakat. demi banksaku, semua kehormatan direnggut habis, bahkan sex pun menjadi konsumsi bebas sebagaimana mudahnya generasi muda sekarang membeli kondom bagaikan membeli permen. seperti inikah generasi penerus bangsa kita yang terkenal kaya, kaya akan budaya dan kaya akan sumber daya?lalu apa yang saya keluhkan disini dan apa urusan saya?
saya seorang guru. itu salah satu alasannya. alasan lain yang lebih utama adalah, profesi tercinta saya ini adalah gerbang bagi semua profesi di dunia. melalui didikannyalah kita bisa mendapat pengobatan dari seorang dokter, dipimpin oleh seorang presiden dan lain-lain. begitu mulianya seorang guru hingga jika ia mengajarkan yang rusak maka rusaklah siapa-siapa yang diajarinya. namun lihatlah wahai sahabat, tiadalah kami mengajarkan yang buruk maupun minta balas jasa atas apa yang telah kami lakukan atau atas nilai yang telah lahir dari goresan tinta kami. malahan seorang guru melepas anak2nya dengan doa yang tulus dan terkadang dengan air mata berlinang, moga anaknya sukses dunia akhirat. walau terkadang kami 'tak dipandang' dikemudian hari, namun keberhasilan siswa/1 kami merupakan anugerah yang tak terhingga bagi guru.
maka pantaskah rasanya penghinaan seperti dalam sinetron kacangan itu dialamatkan pada kami?
masih jelas teringat dibenak saya, sinetron 'a*ti sa*abat' di salah satu stasiun swasta. sinetron yang sangat menjijikkan dan bodoh! selalu menggambarkan siswa itu harus dimengerti tanpa memahami dan mengerti orang lain serta selalu berbuat benar, sementara sang guru selalu berbuat salah atau selalu salah pengertian!! wahai pak produser bodoh dan sutradara jahat yang terhormat, kami bukanlah sebodoh yang anda kira! beberapa diantara kami memang melakukan kesalahan, tapi bukan berarti anda bisa dengan leluasa menyorot 'buah busuk' sebagai gambaran kepribadian kami yang sebenarnya!!!
sadarkah anda, bahwa anda menusuk jantung kami dengan 'kreatifitas' anda. Anda telah tertawa dengan suksesnya diatas penghinaan pada kami! demi segepok uang anda telah tega menjual kehormatan kami melalui film2 anda! wahai bapak, sadarkah anda, bahwa anda turut menggelincirkan anak dan keponakan anda! anda yang seharusnya menjadi mitra kami dalam mendidik putra putri bangsa malah berlaku sebaliknya? bantu kami kembali melahirkan generasi muda bangsa yang bermutu dan berkualitas dengan kreatifitas anda! bantu kami membelajarkan siswa melalui ajakan anda untuk memberi rasa hormat kepada guru! bukan kami gila hormat, namun apakah profesi mulia kami tak layak dan tak pantas mendapat secercah kemuliaan di mata kalian?
dan para sahabat,, mari kembalikan kemuliaan seorang guru melalui kinerja yang profesional dan optimal. tetap semangat menjalankan amanah, meski tudingan dan cemoohan banyak 'nyasar' ke arahmu.
dan buat siswa siswi tercinta, hormati gurumu dan hargai mereka, karena dengan doa dan restu merekalah engkau bisa menimba ilmu...
salam cinta selalu buat guru dimanapun berada,.....
Cara membuat Sabun Mandi
Cara membuat Sabun Mandi
Bahan-Bahan yang dibutuhkan :
1. Minyak atau Lemak – Hampir semua minyak / lemak alami bisa dibuat menjadi sabun.
Cari yang mudah saja seperti: Minyak Kelapa, Minyak Sawit, Minyak Zaitun, Minyak
Jagung, Minyak Kedelai…
2. NaOH / KOH – Untuk mengubah minyak / lemak menjadi sabun. Bisa beli di toko
bahan kimia, ambil yang teknis saja.
3. Air – Sebagai katalis/pelarut. Pilih air sulingan atau air minum kemasan. Air dari pam
tidak bagus, banyak mengandung mineral.
4. Essential dan Fragrance Oils – Sebagai pengharum. Beli di toko bahan kimia atau
lainnya.
5. Pewarna – Untuk mewarnai sabun. Bisa juga memakai pewarna makanan.
6. Zat Aditif – Rempah, herbal, talk, tepung kanji/maizena dapat ditambahkan pada saat
“trace”.
Alat-alat yang dibutuhkan :
1. Sebuah masker sederhana - Dipakai selama pembuatan larutan NaOH / KOH saja.
2. Kacamata - Dipakai selama pembuatan larutan NaOH / KOH saja.
3. Sepasang sarung tangan karet - Dipakai selama pembuatan sabun.
4. Botol plastik - Untuk wadah air.
5. Timbangan dapur (dengan skala terkecil 1 atau 5 gram).
6. Kantong plastik kecil - Untuk menimbang NaOH/KOH.
7. Sendok stainless steel atau plastik-polipropilen - Untuk menuangkan NaOH / KOH
dan mengaduknya.
8. Wadah dari gelas atau plastik-polipropilene - Untuk tempat larutan NaOH/KOH
dengan air.
9. Wadah dari plastik - Untuk menimbang serta tempat air dan minyak.
10. Kain - Untuk menutup cetakan setelah diisi sabun.
11. Plastik tipis - Untuk melapisi cetakan.
12. Cetakan.
13. Blender dengan tutupnya.
14. Kain - Untuk menutup blender.
Cara pembuatan :
1. Siapkan cetakan. Cetakan bisa apa saja. Bisa loyang yang diminyaki, baki plastik yang
dialasi plastik tipis atau pipa PVC yang diminyaki. Siapkan cetakan yang cukup untuk
menampung semua hasil pembuatan sabun.
Cetakan: Untuk cetakan anda bisa menggunakan kayu atau karton yang dilapisi plastik
tipis, bahkan pipa PVC bisa dipakai. Jika menggunakan pipa PVC tutup bagian bawah
dengan plastik yang diikat dengan karet gelang, semprotkan minyak ke dalamnya,
tuangkan hasil sabun. Setelah mengeras buka tutupnya, dorong lalu potong akan
menghasilkan sabun yang bulat.
2 (dua) Resep Sabun Cair :
Resep#1 - sabun cair
340 g Minyak Sawit
170 g Minyak Kelapa
50 g Minyak Zaitun
122 g KOH – Kalium hidroksida + 250 g Air
10 cc fragrance + pewarna
(Proses Pada Suhu ruangan)
Recipe#2 - sabun cair
340 g Soybean Oil
80 g Coconut Oil
60 g Palm Oil
60 g Corn Oil
109 g KOH - Kalium hidroksida + 230 g Air
10 cc fragrance + pewarna
(Proses Pada Suhu ruangan)
2 (dua) Resep Sabun Padat :
Resep#1 - sabun padat
235 g Minyak Zaitun
150 g Minyak Kelapa
100 g Minyak Sawit
74 g NaOH – Natrium hidroksida + 210 g Air
10 cc fragrance + pewarna
(Proses Pada Suhu ruangan)
Resep#2 - sabun padat
250 g Minyak Sawit
140 g Minyak Kelapa
100 g Minyak Jagung
75.5 g NaOH – Natrium hidroksida + 210 g Air
10 cc fragrance + pewarna
(Proses Pada Suhu ruangan)
1. Timbang air dan NaOH / KOH, sesuai dengan Resep. Larutkan NaOH / KOH ke dalam
air sejuk / dingin (Jangan menggunakan wadah aluminium. Gunakan stainless steel, gelas
pyrex atau plastik-poliproplen). Jangan menuangkan air ke NaOH / KOH. Tuangkan
NaOH / KOH ke dalam air sedikit demi sedikit. Aduk higga larut. Pertama-tama larutan
akan panas dan berwarna keputihan. Setelah larut semuanya, simpan di tempat aman
untuk didinginkan sampai suhu ruangan. Akan didapatkan larutan yang jernih.
2. Timbang minyak (Minyak Kelapa, Minyak Sawit, Minyak Zaitun, Minyak Jagung,
Minyak Kedelai...) sesuai dengan Resep.
3. Tuangkan minyak yang sudah ditimbang ke dalam blender.
4. Hati hati tuangkan larutan NaOH / KOH ke dalam minyak.
5. Pasang cover blender, taruh kain di atas cover tadi untuk menghindari cipratan dan proses
pada putaran terendah. Hindari jangan sampai menciprat ke muka atau badan anda.
Hentikan blender dan periksa sabun untuk melihat tahap “trace”. “Trace” adalah kondisi
dimana sabun sudah terbentuk dan merupakan akhir dari proses pengadukan. Tandanya
adalah ketika campuran sabun mulai mengental. Apabila disentuh dengan sendok, maka
beberapa detik bekas sendok tadi masih membekas, itulah mengapa dinamakan “trace”.
6. Pada saat “trace” tadi anda bisa menambahkan pengharum, pewarna atau aditif. Aduk
beberapa detik kemudian hentikan putaran blender.
7. Tuang hasil sabun ini ke dalam cetakan. Tutup dengan kain untuk insulasi. Simpan sabun
dalam cetakan tadi selama satu hingga dua hari. Kemudian keluarkan dari cetakan,
potong sesuai selera. Simpan sekurang-kurangnya 3 minggu sebelum dipakai.
Semoga bermanfaat dan selamat mencoba ...
memoar of guru muda...
belasan tahun lalu kampung ini kujejaki. lalu apa istimewanya kampung ini? hmmm, banyak... banyak hal yang istimewa dari kampung ini, tapi itu dulu... belasan tahun yang lalu.
pagi, dan sangat dingin. hawa dingin menyentakku bangun. menggetarkan bulu roma dan membuyarkan kantuk yang memasungku. namun tak berhenti sampai disana saja, sayup-sayup telingaku menangkap suara yang syahdu, panggilan terindah yang pernah ku dengar. adzan. ya, sewaktu kecil, saya sebagai anak nagari di sebuah perkampungan di pesisir selatan terbiasa tidur di mushala atau dalam bahasa minangkabaunya, surau. aku masih berperang dengan rasa malasku ketika sebuah jalinan lidi singgah di pahaku. aduh... pedihnya mak! kubuka mata, alamak, pak uo telah berdiri dengan garangnya di depan kami seraya melecutkan lidi ke kaki kami masing-masing. dengan tergopoh-gopoh kami berebut ke sungai untuk berwudhu. dilanjutkan dengan sholat berjamaah dan mengaji. indah... sangat indah, meski waktu itu, kami melakukannya dengan sedikit dongkol.
masih pagi, sebelum mentari menyapa alam dengan kilauan cahayanya, aku beserta temanku telah bertolak ke baruah (sebutan untuk dataran yang lebih rendah, biasanya menghadap ke barat) ke areal persawahan yang luas. canda dan tawa mewarnai kebersamaan kami sembari tetap menajamkan mata menyapu jerami-jerami padi yang sebagiannya telah menjadi abu sambil berdoa, semoga ada telur itik nangkring disana. ya, kami berburu telur itik, karena di musim2 menyabit padi, biasanya peternak itik melepaskan itik ke areal persawahan. kadang kala, sang peternak sengaja menyisakan satu atau dua butir untuk ditinggal di sawah tersebut. selain telur, kami juga mencari jamur padi disekitar persawahan. setelah berburu telur itiak dan jamur, perjalanan kami lanjutkan ke sungai. mandi bersama sapi-sapi peliharaan kami. beberapa diantara kami ada yang sibuk menangkap udang. nangkapnya susah susah gampang. seru!! air memercik ke udara diantara tawa bahagia kami. puas mandi mandi, kami segera balik ke surau. jamur yang kami dapatkan, ditumis hanya menggunakan bawang merah dan bawang putih serta sedikit garam. rasanya? hhmmm, luar biasa enaknya!! sedangkan udang yang didapat, digoreng atau di bakar ditambah panggang biji talawi atau ubi bakar. kenikmatan alami yang susah diungkapkan dengan kata-kata!!! siangnya kami duduk2 di dangau ditepi sungai. sungai disini airnya sangat jernih, dan dangkal, hanya sedalam pinggul sampai dada kami dan agak deras. hawa panas yang menyengat tak terlalu kami hiraukan, karena segelas air kelapa muda sanggup menghilangkan dahaga yang menyengat kerongkongan kami.
begitulah kami... menyatu dengan alam. jika hujan turun sore hari, itulah anugerah. berlari-lari ditengah hujan sembari main perang-perangan, adalah kegiatan favorit kami. cewek dan cowok ikut ambil bagian. beberapa dari kami terjatuh sampai berdarah, namun tak ada yang cengeng. bila ada yang bertanya, kenapa kami jatuh, kami dengan lantang menjawab, 'untuk bangkit kembali'. dan bersamaan dengan mengelincirnya mentari, kami kembali ke areal persawahan untuk memancing belut. semua saling berlomba mendapatkan belut yang banyak. menyenangkan dan kebersamaan kami sangat hangat, sehangat mentari senja yang menggiring kami kembali pulang untuk ganti baju dan bersiap kembali ke surau.
ada yang unik dalam perjalanan kami ke surau. karena tidak ada listrik dan penerangan jalan, biasanya kami pergi menggunakan suluah (sebutan untuk seikat daun kelapa kering kemudian dibakar). setelah sholat maghrib berjamaah, kegiatan dilanjutkan dengan belajar mengaji bagi kami yang masih kanak-kanak dan menghafal al-Quran bagi senior kami yang lebih besar hingga sholat isya dipandu seorang labai yang biasa kami panggil pak uo. setelah isya biasanya kami makan bersama di mushola dengan bekal dari rumah. sambil tukar-tukaran samba (lauk). kalio jariang (jengkol) menjadi menu rebutan. menu favoritku, sambalado asam, atau sambalado terasi, dan goreng ikan asin tambah jo abuih pucuak parancih (tumisan daun ubi). nikmat dan lahap... apalagi sambalado asamnya... hmmmm... yummy.
habis makan kami istirahat sejenak, lalu diteruskan dengan tidur malam. batas toleransi tidur adalah pukul 21.30 WIB. kalo ada yang masih maota (ngobrol), siap-siap kakinya kena lidi!!
jam satu malam, kami terbangun dan segera bergegas ke halaman surau. bersama, kami latihan silek muaro. gerakan demi gerakan beradu dalam harmonisasi persahabatan kami yang indah. pak uo selalu berpesan, tetap lestarikan silat ini, karena inilah jati diri seorang anak minangkabau. dan pesan itu masih ku ingat sampai sekarang. bagaimana kesabaran, keuletan dan ketelatenan beliau dalam mendidik kami. semua akan tetap ku ingat dalam memoriku.
begitulah kegiatan kami dulu sewaktu masih kanak2 d kampung. alam yang lembut tapi keras mengajarkan kami agar terus berjuang menapaki hidup yang sulit. dan takkan ada kesulitan yang berarti selama kami terus berusaha dan berdoa. terima kasih pak uo,,... terima kasih teman2.. terima kasih ayah ibu...
mengenang teman2 masa kecilku, dan pak uo yang telah mendahului kami. miss u all... taragak mangaja durian bareng, mencari incek talawi, ambacang, mamanjek batang manggih, mamanciang baluik, mancari talua itiak, ngaji bareng, mandi2 di batang ayia sambil manangkok udang, mancari pakih de el el...
nata de coco, manfaat dan pembuatannya
Nata De Coco merupakan jenis komponen minuman yang terdiri dari senyawa selulosa (dietry fiber), yang dihasilkan dari air kelapa melalui proses fermentasi, yang melibatkan jasad renik (mikrobia), yang selanjutnya dikenal sebagai bibit nata.
Pada prinsipnya untuk mengha-silkan nata de coco yang bermutu baik, maka perlu disediakan me-dia yang dapat mendukung aktivi-tas Acetobacter xylinum untuk memproduksi selulosa ekstra-seluler atau yang kemudian di se-but nata de coco.
Berbagai penelitian ilmiah men-coba menggantikan air buah kelapa dengan bahan lain seperti whey tahu, sari buah nenas, sari buah pisang dll. Kegiatan ilmiah ini menghasilkan produk yang akrab disebut nata de soya, nata de pina dll.
Bakteri Acetobacter xylinum akan dapat membentuk nata jika ditumbuhkan dalam air kelapa yang sudah diperkaya dengan Karbon © dan Nitrogen (N), melalui proses yang terkontrol. Dalam kondisi demikian, bakteri tersebut akan menghasilkan enzim akstraseluler yang dapat menyusun zat gula menjadi ribuan rantai serat atau selulosa. Dari jutaan renik yang tumbuh pada air kelapa tersbeut, akan dihasilkan jutaan lembar benang-benang selulosa yang akhirnya nampak padat berwarna putih hingga transparan, yang disebut sebagai nata.
Nata yang dihasilkan tentunya bisa beragam kualitasnya. Kualitas yang baik akan terpenuhi apabila air kelapa yang digunakan memenuhi standar kualitas bahan nata, dan prosesnya dikendalikan dengan cara yang benar berdasarkan pada factor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan aktivitas Acetobacter xylinum yang digunakan. Apabila rasio antara karbon dan nitrogen diatur secara optimal, dan prosesnya terkontrol dengan baik, maka semua cairan akan berubah menjadi nata tanpa meninggalkan residu sedikitpun. Oleh sebab itu, definisi nata yang terapung di atas caian setelah proses fermentasi selesai, tidak berlaku lagi.
Air kelapa yang digunakan dalam pembuatan nata harus berasal dari kelapa yang masak optimal, tidak terlalu tua atau terlalu muda. Bahan tambahan yang diperlukan oleh bakteri antara lain karbohidrat sederhana, sumber nitrogen, dan asam asetat. Pada ummumnya senyawa karbohidrat sederhana dapat digunakan sebagai suplemen pembuatan anta de coco, diantaranya adalah senyawa-senyawa maltosa, sukrosa, laktosa, fruktosa dan manosa. Dari beberapa senyawa karbohidrat sederhana itu sukrosa merupakan senyawa yang paling ekonomis digunakan dan paling baik bagi pertumbuhan dan perkembangan bibit nata. Adapun dari segi warna yang paling baik digunakan adalah sukrosa putih. Sukrosa coklat akan mempengaruhi kenampakan nata sehingga kurang menarik. Sumber nitrogen yang dapat digunakan untuk mendukung pertumbuhan aktivitas bakteri nata dapat berasal dari nitrogen organic, seperti misalnya protein dan ekstrak yeast, maupun Nitrogen an organic seperti misalnya ammonium fosfat, urea, dan ammonium slfat. Namun, sumber nitrogen anorganik sangat murah dan fungsinya tidak kalah jika dibandingkan dengan sumber nitrogen organic. Bahkan diantara sumber nitrogen anorganik ada yang mempunyai sifat lebih yaitu ammonium sulfat. Kelebihan yang dimaksud adalah murah, mudah larut, dan selektif bagi mikroorganisme lain.
Asam asetat atau asam cuka digunakan untuk menurunkan pH atau meningkatkan keasaman air kelapa. Asam asetat yang baik adalah asam asetat glacial (99,8%). Asam asetat dengan konsentrasi rendah dapat digunakan, namun untuk mencapai tingkat keasaman yang diinginkan yaitu pH 4,5 – 5,5 dibutuhkan dalam jumlah banyak. Selain asan asetat, asam-asam organic dan anorganik lain bias digunakan.
Seperti halnya pembuatan beberapa makanan atau minuman hasil fermentasi, pembuatan nata juga memerlukan bibit. Bibit tape biasa disebut ragi, bibit tempe disebut usar, dan bibit nata de coco disebut starter. Bibit nat de coco merupakan suspensi sel A. xylinum. Untuk dapat membuat bibit nata de coco seseorang perlu mengetahui sifat-sifat dari bakteri ini.
Acetobacter Xylinum merupakan bakteri berbentuk batang pendek, yang mempunyai panjang 2 mikron dan lebar , micron, dengan permukaan dinding yang berlendir. Bakteri ini bias membentuk rantai pendek dengan satuan 6-8 sel. Bersifat ninmotil dan dengan pewarnaan Gram menunjukkan Gram negative.
Bakteri ini tidka membentuk endospora maupun pigmen. Pada kultur sel yang masih muda, individu sel berada sendiri-sendiri dan transparan. Koloni yang sudah tua membentuk lapisan menyerupai gelatin yang kokoh menutupi sel koloninya. Pertumbuhan koloni pada medium cair setelah 48 jam inokulasi akan membentuk lapisan pelikel dan dapat dengan mudah diambil dengan jarum oase.
Bakteri ini dapat membentuk asam dari glukosa, etil alcohol, dan propel alcohol, tidak membentuk indol dan mempunyai kemampuan mengoksidasi asam asetat menjadi CO2 dan H2O. sifat yang paling menonjol dari bakteri itu adalah memiliki kemampuan untuk mempolimerisasi glukosa sehingga menjadi selulosa. Selanjutnya selulosa tersebut membentuk matrik yang dikenal sebagai nata. Factor lain yang dominant mempengaruhi sifat fisiologi dalam pembentukan nata adalah ketersediaan nutrisi, derajat keasaman, temperature, dan ketersediaan oksigen.
Bakteri Acetobacter Xylinum mengalami pertumbuhan sel. Pertumbuhan sel didefinisikan sebagai pertumbuhan secara teratur semua komponen di dalam sel hidup. Bakteri Acetobacter Xylinum mengalami beberapa fase pertumbuhan sel yaitu fase adaptasi, fase pertumbuhan awal, fase pertumbuhan eksponensial, fase pertumbuhan lambat, fase pertumbuhan tetap, fase menuju kematian, dan fase kematian.
Apabila bakteri dipindah ke media baru maka bakteri tidak langsung tumbuh melainkan beradaptasi terlebih dahulu. Pad afase terjadi aktivitas metabolismedan pembesaran sel, meskipun belum mengalami pertumbuhan. Fase pertumbuhan adaptasi dicapai pada 0-24 jam sejak inokulasi. Fase pertumbuhan awal dimulai dengan pembelahan sel dengan kecepatan rendah. Fase ini berlangsung beberapa jam saja. Fase eksponensial dicapai antara 1-5 hari. Pada fase ini bakteri mengeluarkan enzim ektraselulerpolimerase sebanyak-banyaknya untuk menyusun polimer glukosa menjadi selulosa (matrik nata). Fase ini sangat menentukan kecepatan suatu strain Acetobacter Xylinum dalam membentuk nata.
Fase pertumbuhan lambat terjadi karena nutrisi telah berkurang, terdapat metabolic yang bersifat racun yang menghambat pertumbuhan bakteri dan umur sel sudah tua. Pada fsae in pertumbuhan tidak stabil, tetapi jumlah sel yang tumbuh masih lebih banyak disbanding jumlah sel mati.
Fase pertumbuhan tetap terjadi keseimbangan antara sel yang tumbuh dan yang mati. Matrik nata lebih banyak diproduksi pada fase ini. Fase menuju kematian terjadi akibat nutrisi dalam media sudah hamper habis. Setelah nutrisi harbi, maka bakteri akan mengalami fase kematian. Pada fase kematian sel dengan cepat mengalami kematian. Bakteri hasil dari fase ini tidak baik untuk strain nata.
Factor-faktor yang mempengaruhi Acetobacter Xylinum mengalami pertumbuhan adalah nutrisi, sumber karbon, sumber nitrogen, serta tingkat keasaman media temperature, dan udara (oksigen. Senyawa karbon yang dibutuhkan dalam fermentasi nata berasal dari monosakarida dan disakarida. Sumber dari karbon ini yang paling banyak digunakan adalah gula. Sumber nitrogen bias berasal dari bahan organic seperti ZA, urea. Meskipun bakteri Acetobacter Xylinum dapat tumbuh pada pH 3,5 – 7,5, namun akan tumbuh optimal bila pH nya 4,3. sedangkan suhu ideal bagi pertumbuhan bakteri Acetobacter Xylinum pada suhu 28 – 31 0 C. bakteri ini sangat memerlukan oksigen. Sehingga dalam fermentasi tidak perlu ditutup rapat namun hanya ditutup untuk mencegah kotoran masuk kedalam media yang dapat mengakibatkan kontaminasi.
adapun cara pembuatan nata de coco adalah sebagai berikut :
Air kelapa (1 ltr) gula (7.5-10%) dan 0.06% (NH4)2SO4/ urea dipanaskan sampai gulanya larut kemudian disaring untuk menghilangkan sisa-sisa kulit kelapa. Setelah dingin, pHnya diatur dengan menambahkan asam asetat atau asam cuka hingga kisaran 3-4. kemudian diinokulasi dengan biakan nata/air kelapa konsentrasi tinggi (10%). Dituang dalam wadah fementasi. Wadah ditutup dan diperam selama 8-14 hari hingga lapisan mencapai ketebalan kurang lebih 1.5 cm. Setelah pemeraman selesai, nata dipanen, dicuci, dihilangkan asamnya dengan perebusan atau perendaman dalam air selama tiga kali (air diganti tiap hari). Nata kemudian dipotong-potong dan direbus kembali, ditiriskan. Perebusan selanjutnya dalam larutan gula 40% selama 30-45 menit. Dibiarkan semalam dalam larutan gula. Selanjutnya nata siap dikonsumsi.
Kalau bakteri Acetobacter xylinum sulit diperoleh, maka ampas nenas dapat juga digunakan untuk memperoleh Acetobacter xylinum.
1. Buah nenas matang, dikupas dan dicuci bersih. Kemudian dibelah dan dipotong-potong kecil. Potongan-potongan ini dihancurkan dengan alat penghancur.
2. Hancuran nenas diperas sampai sari buahnya habis. Ampasnya dicampur dengan air dan gula pasir dengan perbandingan 6 : 3 : 1. Campuran ini diaduk merata dan dimasukkan kedalam botol jar, ditutup dengan kertas, dan diperam selama 2-3 minggu (sampai terbentuk lapisan putih diatasnya).
3. Larutan yang diperoleh selanjutnya digunakan sebagai bahan penginokulasi pembuatan nata de coco.
Lebih lanjut tentang: Proses Pembuatan Nata de Coco
ayahanda, ibunda, izinkan anakmu berlayar kesamudera cinta....
ibunda,..
tiada kasih yang lebih besar berlayar dari hatiku melainkan engkaulah pelabuhannya...
tiada perjuangan, kasih sayang dan cinta yang paling tulus dan murni melainkan ada pada dirimu...
ayahanda..
tiada ketulusan yang kulihat melebihi tulusnya matamu...
hingga tanganmu kasar dan berdarah demi mencari sesuap nasi bagiku dan adik-adik...
dan untuk itu segenap doa, cinta, kasih dan sayang ku takkan putus untukmu...
ibunda,...
genap 25 tahun sudah anakmu ini membuka matanya melihat dunia, yang fana dan semu. selalu berkutat dengan masalah demi masalah yang selalu menjadi penanda bahwa anakmu ini masih hidup. hidup dalam berbagai cobaan rintangan dan godaan yang selalu mencengkeram. namun doamu selalu menjadi pedang bagiku untuk menumpas semuanya...
ayahanda...
25 tahun takkan mampu meretakkan yang telah engkau bangun di benakku. lantunan doa pertamakali yang ku pelajari darimu menjadi penguat bagiku dalam melangkah menapaki dunia ini...
sekarang anakmu sudah menapaki masa dewasanya. dan akan mengarungi bahtera kehidupan dengan kapalnya sendiri... diiringi dengan doa dan petuahmu serta didikanmu sebagai kemudiku.
namun ada yang janggal. kapal ini oleng dan seolah tak tahu arah. bukan karena jeleknya kapal. namun karena nakhoda tak bisa bekerja sendirian di pelayaran ini. Pelayaran yang sarat akan cobaan dan godaan syetan yang setiap saat mengintai ananda lengah hingga tenggelam. dan dalam pencarian ini, anakmu telah menemukan pendampingnya, yang insyaAllah akan setia menemani anakmu melayari samudera cinta dalam biduk rumah tangga.
dan sekarang, tangan ananda terulur padamu ayahanda dan ibunda, untuk meminta restu darimu. agar perjalanan ini sempurna. hingga badai topanpun takkan mampu menghadang ananda mencapai tujuan hidup, untuk berlabuh di pulau Himpunan Keluarga Sakinah. Mawadah, Warahmah seperti yang diamanatkan Junjungan kita Nabi Muhammad SAW...
adapun kekhawatiranmu, 'muatkah kapal sekecil ini menampung kami berdua?' ananda jawab, insyaAllah bunda, tidakkan bunda memperhatikan burung yang tidak mempunyai apa2, sanggup hidup dan menghidupi keluarganya, apatah lagi ananda yang engkau beri segalanya??
salam sejahtera selalu untukmu, ayahanda dan bundaku..
dari anakmu tercinta...
zulmariko (abu ihsan alfikr)...





