Malam ini hampir sama dengan malam-malam sebelumnya. Berisi kesunyian yang tak lagi aku takuti semenjak insomnia ini menggelayut di mataku. Lantunan suara merdu Demi Lovato dalam kidung skyscraper, menemaniku merangkai kata demi kata malam ini. Ini bukan hanya catatan, ini adalah catatan, benar-benar sebuah catatan, bingung? Hmm, that’s the point. Hehe. Dan aku kembali larut dalam kenangan…
**********
Sebuah cubitan lembut mendarat di lenganku. Bang win, kakak tingkatku di Jurusan Kimia salah satu perguruan tinggi Negeri di Kota Padang, yang sudah kuanggap saudara kandungku sendiri membangunkanku pagi itu. Kebetulan kami satu kosan.
“bangun dek, sahur yuk,”. Katanya sambil tersenyum. Dengan malas aku bangkit dan beranjak ke kamar mandi untuk mencuci muka sekaligus mengambil wudhu. Selepas sahur dan menunaikan sholat subuh di mesjid, bang win mengajakku tadarusan, sekaligus memperlancar bacaan al-Quranku yang agak berantakan.
“bang pengen sekali-sekali adek bangunkan sahur”. Katanya. Aku melongo. Bukan apa-apa, jujur saja waktu itu mataku masih mengantuk. Akhirnya yang keluar dari mulutku hanya “hmmmmm…”
Setelah beres-beres kamar dan mandi pagi, bang win pamit ke kampus. Hari itu ada kuliah jam 7.30. sedangkan aku, kuliah jam 10.30. so, masih ada waktu buat tidur, mumpung mataku mengantuk, hehehe.
“dek, nanti bikin pudding kentang ya, buat buka puasa” katanya sebelum pergi kuliah.
“oke bang.” Jawabku mantap. Yupz, sekedar informasi niy, memasak adalah salah satu hobiku.
Siang itu aku mulai memasak makanan untuk berbuka nanti.aku berencana membuat teh fruity tropical, ayam kecap, tumis kering brokoli dan tentu saja, pudding kentang pesanan bang win. Sejenak aku berfikir, tumben bang win minta pudding hari ini, biasanya tiap kali ku tanya mau bikin masakan apa, dia selalu bilang terserah, soalnya masakan ku katanya enak semua… hehehe, jadi Gr sendiri…
Ashar telah berlalu. Dan matahari hamper tenggelam pertanda waktu berbuka sudah dekat. Tapi bang win belum kelihatan batang hidungnya. Ku SMS, gak dib alas, di telp gak diangkat. Aku mulai emosi. Bukan apa-apa sih, tapi aku sudah masak demikian banyak, pesanannya pula, tapi yang memesan gak muncul-muncul. Walau setan katanya dipenjara selama bulan ramadhan, tapi yang kurasa waktu itu aku mudah sekali emosi. Kucoba me-SMS-nya sekali lagi. Tetap aja gak dib alas. Akhirnya kesabaranku habis, ku kirim sebuah SMS padanya. “Monyet!”
tak betah di kamar, aku keluar sejenak. Benci melihat makanan tergeletak tanpa ada orang yang antusias menyambutnya.
Waktu berbuka pun datang. Segelas air mineral mengalir lembut membasahi kerongkonganku, namun belum cukup meredakan amarahku yang sudah mengubun-ubun. Sementara setan masih berbisik di telingaku “tuh liat, dia gak menghargai apa yang kamu buat” bikin aku semakin meradang. Maghribpun lewat, Akhirnya aku pulang ke kosan. Kulihat bang win sudah pulang. Ketika aku masuk, dia sedang meletakkan tas ranselnya.
“enak sekali dek pudingnya” katanya tanpa rasa bersalah. Kudorong secara kasar tubuhnya hingga terjerembab. Emosikupun kutumpahkan lewat kata makian panjang padanya.
“coba istighfar dek” katanya tenang. “sholat dulu ya”. Sambungnya.
“Assalamu’alaykum”. Sebuah salam terdengar dari depan pintu, segera ku kenali, Dani, adik tingkatku.
“eh, bang riko, kok gak ikut takziah ke rumah si Fulanah bang?”
Hah!! takziah?
“iya bang, kita semua dah menghubungi abang, tapi HP bang gak bisa dihubungi…….bla..bla…bla” ocehan Dani tak lagi kuperhatikan. Aku tertegun.
Rupanya tadi siang, ada salah seorang adik tingkatku yang mengalami musibah, orang tuanya meninggal dunia. Sebagai koordinator kerohanian, seharusnya tugasku yang mengkoordinir kegiatan takziah tersebut, namun saat itu HP ku tak bisa dihubungi pihak kampus karena seingatku siang itu HP ku sedang low bat. Bang win kemudian mengajukan diri menggantikan tugasku agar teman-teman di Himpunan tidak kecewa padaku. HP bang win gak diangkatpun karena HP tersebut terletak dalam tas yang tertinggal di bagian belakang mobil.
Kupandangi lelaki yang baru saja ku maki. Rasa bersalah menjalar menggerogoti jiwa ragaku. Aku tertunduk…
“maafkan ito ya bang…” ucapku perlahan.
********
Peristiwa itu masih saja membekas di hatiku. Kesabaran, husnudzon, dan ikhlas. Pelajaran berharga dari kakakku yang takkan pernah terlupakan.
Suara dering SMS membuyarkan lamunanku, dari bang win.
“bangun dek, sahuuurr, :-)”
maafkan ito ya bang....
kelam cinta
terkesiap aku melihat rupamu masih terpajang dihati
dipenghujung malam kukais jejak asmara
tuk membangun prasasti cinta atas namamu
luka hati menganga di bawah purnama
menghanyutkan sukmaku jauh
ke muara cinta yang terbuang
terenyuh aku ingin tatapmu
melenguh aku ingin pelukmu
kugenggam denyutan nadiku
tuk ku persembahkan kehadiratmu
berharap, manis kata kembali mengalir untukku
peras hatiku duhai pujangga jiwa
akan kau temukan namamu disetiap tetesnya
menggeliat bermakna jika kau menatapku dengan cintamu
aku jatuh terbuang
ke telaga hati yang kelam....
kwitansi kosongnya dunk......
"tolong kwitansi kosongnya, ya dek. yang ditanda tangani ya sekalian distempel" ujarnya datar.
sontak kepalaku mengarah kepada beliau. seorang kepala sekolah di daerah x sedang membeli beberapa peralatan elektronik untuk sekolah. setelah membasahi telunjuknya dengan air ludahnya, beliau menghitung uang yang akan dibayarkan untuk membeli seperangkat peralatan elektronik tadi. dengan senyum kecut aku mengalihkan pandangan dari beliau.
sepulangnya dari toko elektronik tersebut, saya masih teringat pada ibuk bergaya parlente tadi. kwitansi kosong? untuk apa? seingat saya, setiap pembelian sarana dan prasarana sekolah, pihak sekolah wajib memberikan kwitansi sebagai lampiran dalam laporan penelitiannya. kwitansi tersebut wajib ditanda tangani dan distempel oleh pihak penjual barang. jadi???
inilah sisi lain wajah pendidikan di negara kita. buram, hitam dan penuh intrik busuk beberapa pejabatnya. bukannya saya skeptis dengan pendidikan negara kita, namun kasus di atas hanyalah satu dari kasus-kasus penyelewengan yang memang sepantasnya diusut tuntas dan diperiksa secara jujur dan adil oleh pejabat yang berwenang. masalah pendidikan ini sebenarnya sudah warisan dari pejabat-pejabat sebelumnya. mungkin inilah warisan orde baru yang masih kuat melekat dalam diri pejabat di Indonesia khususnya pejabat bidang pendidikan. saat ini tujuan, visi dan misi pendidikan hanyalah sebagai madu pengoles mulut, sedangkan racun culas dan curang masih mengalir deras dalam aliran darah mereka. sekali lagi wahai pembaca, saya tidak menyatakan keseluruhan pejabat, tetapi ini hanyalah sebagai kasus. namun kasus ini sudah akut dan bernanah, yang merupakan borok bagi wajah dunia pendidikan di tanah air.
entah akan jadi apa pendidikan di tanah air ini jika 'warisan' ini masih membudaya di Negeri ini. rasa miris tak henti-hentinya menyayat hati saya sebagai seorang guru muda. ketika seorang guru dituntut untuk meningkatkan kompetensinya menjadi tenaga profesional, para pejabatnya malah berlomba-lomba untuk seminimal mungkin membelanjakan dana bantuan yang sebelumnya ditulis dengan harga barang yang selangit!! sebagai contohnya saja, buku yang dibeli dengan harga 35 ribu, dalam laporan keuangan akan tertulis sebesar 50 ribu!! ckckckck... maka semakin besarlah aset banksaku beberapa pejabat hitam yang katanya terhormat tersebut. dan ketika guru protes akan mutu dan kualitas barang yang dibeli, maka sang guru tersebut harus bersiap-siap di damprat oleh pejabat tersebut dengan kesimpulan "sudah untung kami belikan! kalo nggak?!!"
uneg-uneg ini saya tuliskan bukan hanya sebagai jeritan hati saya sebagai seorang guru yang berkutat dalam dunia pendidikan, tapi sebagai bahan renungan bagi kita, akankah keadaan ini kita biarkan selamanya? dan sebagai guru, saya berharap tulisan ini mampu mengetuk pintu hati beberapa pejabat yang "terhormat" tersebut, agar kembali meluruskan niat dalam memajukan mutu dan kualitas pendidikan di Indonesia.
dan kedepannya, semoga tak ada lagi pejabat yang dengan santainya berucap, "kwitansi kosongnya dunk bang....."
TIPS SINGKAT MENGIKUTI UJIAN (SNMPTN)
Ujian SNMPTN hampir tiba. banyak calon mahasiswa telah mempersiapkan diri mereka agar berhasil dan mampu menembus ketatnya persaingan menuju kursi panas mahasiswa. berikut beberapa tips yang mudah2an berguna bagi pembaca semua :
1. Jangan berharap bisa mempelajari seluruh diktat pelajaran dalam waktu singkat. Fokuskan pada beberapa pelajaran yang memiliki bobot nilai lebih tinggi. Beberapa pelajaran seperti matematika, kimia, biologi, bobotnya lebih tinggi dari Bahasa Indonesia. Tapi, itu tentu tak berlaku mutlak, tergantung pada jurusan yang dipilih juga.
2. Tetapkan prioritas dalam menjawab soal. Jawablah soal-soal yang berbobot nilai tinggi dan memiliki nilai kebenaran tinggi. Salah menjawab berarti nilai Anda dikurangi. Lebih baik memainkan "strategi aman": jawablah soal-soal yang Anda yakin benar dan tinggalkan soal-soal yang anda ragu jawabannya.
3. Belajarlah membaca soal secara cepat. Anda tak harus membaca soal dengan cara konvensional: kata demi kata. Baca secara umum, kemudian fokuskan pada detail-detail persoalan. Cara itu mungkin akan menghemat waktu ujian Anda.
4. Bersikap rileks. Stress membuat Anda lebih lama menyelesaikan soal-soal. Bahkan, Anda bisa tergelincir pada kesalahan-kesalahan teknis karena panik. Redakan kepanikan di awal-awal ujian dengan mengulum permen atau vitamin C. Ambil nafas sejenak.
5. Dari sejak awal bangunlah rasa percaya diri terhadap kemampuan Anda sendiri. Caranya, mempersiapkan diri secara lebih matang atau mengerjakan latihan soal. Ikut bimbingan belajar atau tidak, yang penting jangan sampai krisis kepercayaan diri saat mengerjakan soal. Jangan lupa berdoa, karena doa akan membuat batinAnda lebih tenang dan percaya diri. Dukungan dari orang yang Anda kasihi seperti orang tua juga akan banyak membantu memberikan ketenangan.
6. Datang lebih awal. Itu akan membuat Anda bisa mempersiapkan diri mengikuti ujian dengan baik. Dengan cara ini Anda juga bisa terhindar dari musibah-musibah yang tidak terduga seperti kemacetan lalu lintas, mobil mogok, hadangan demonstrasi dan sejumlah persoalan lainnya
7. Perhitungkan secara cermat alokasi waktu pengerjaan soal-soal ujian. Rumus-rumus yang lebih singkat akan membantu menghemat penyelesaian setiap soal. Jangan pula berlarut-larut pada satu soal yang memusingkan Anda. Kejarlah waktu dan berikan jawaban terbaik Anda, supaya waktu Anda tak sia-sia.
8. Teliti. Kesalahan teknis kecil bisa membuat hasil ujian Anda tak berharga, seperti penulisan nama dan kode.
9. Istirahat yang cukup agar Anda cukup segar ketika menghadapi soal-soal SNMPTN.
10. Persiapkan peralatan segala peralatan dengan baik, pensil penghapus, kartu identitas ujian, makanan kecil dan minuman untuk rehat saat jeda antar-ujian.
11. Hindari penyebab kegagalan, seperti ketidaksinkronan kemampuan dan keinginan. Strategi pemilihan jurusan yang hanya mendasarkan pada masalah gengsi dan bukan berdasarkan kemampuan bisa jadi bumerang
young teacher's diary part 2
malam, dan aku masih dijalan mengendarai motorku yang selalu setia menemaniku kemanapun, tamparan angin malam seolah tak kurasakan.
'fiva forever, I'll be waiting,
everlasting like the sun...........'
sebuah syair yang sahdu dari spice girl mengalun indah ditelingaku saat aku melintasi pedagang cd bajakan diperempatan. mengantarkan ingatanku pada kejadian tadi siang. aku bertemu buk Non, pembimbing skripsiku. seperti biasa pertemuan kami selalu di awali oleh senyuman beliau yang anggun dan keibuan.
"bagaimana, dah selesai?" sapa beliau ramah
"udah buk, alhamdulillah". jawabku sambil membalas senyuman beliau.
setelah berbasa basi sejenak, beliau kembali menjejaliku dengan wejengannya yang bagiku bagaikan mutiara yang mengucur deras padaku. ya, itulah ilmu yang beliau alirkan padaku. sedekah jariyah beliau, moga Tuhan membalasnya...
"proses mengajar sekarang harus kreatif, efektif dan efisien. jangan hanya bersifat teacher centered, guru sebagai pusat informasi. perlakukanlah siswa sebagai subyek bukan objek dalam mengajar. karena pada dasarnya, sebelum belajar, mereka sudah mempunyai 'bahan mentah' terhadap materi yang diajarkan. buat mereka mengkonstruksi pengetahuan mereka, dengan apa? ya dengan hal-hal yang baru, unik dan menarik, nah disinilah seorang guru berperan sebagai fasilitator atau bisa dibilang sebagai tim kreatif agar siswa bisa memperoleh konsep yang akan langsung tersimpan dalam otak mereka sebagai 'longterm memory'". jelas beliau diiringi 'bodylanguage' beliau yang khas dan anggun.
aku terkesima mendengar penjelasan beliau. benar juga...
"lalu kalau begitu, peran guru berkurang donk buk?" terlontar begitu saja pertanyyaan itu dari mulutku
"tidak ada pengurangan dalam tugas dan tanggungjawab dari seorang guru" jawab beliau dengan tatapan bagai mata elang. sejenak aku berfikir aku telah melontarkan pertanyaan yang bodoh.
"Guru tetap memegang kendali di kelas, cuma metodenya saja yang variatif,
dikreasikan dan dikombinasikan. guru meluruskan miskonsepsi yang mungkin bisa terjadi pada siswa ketika proses belajar tersebut berlangsung. untuk itu seorang guru selain dituntut kreatif, juga diharuskan menguasai konsep. karena dengan konsep yang jelas, akan memudahkan kita berfikir, bagaimana agar konsep itu bisa dikuasai siswa melalui metoda pembelajaran yang beragam."
sungguh mengagumkan tugas seorang guru. jadi semakin bangga deh jadi seorang guru, hehe. sambil tersenyum simpul, kulambatkan laju motorku, perutku sudah keroncongan dan minta diisi, maka singgahlah diriku ke sebuah warung nasi goreng. kupesan nasi goreng kesukaanku, nasi goreng petai!! haha,(coba kalo ada nasi goreng jengkol, pasti aku minta jengkinya double, huahahaha)
aku berjalan ke bangku tengah sekalian agar bisa menonton tv. seorang pelayan mendatangiku,
"ada apa ya bang?" tanyaku ramah, (bukan apa2 sih, tapi aku sempat salah tingkah karena dari tadi kuperhatikan dia senyum-senyum sendiri melihatku hingga aku sempat berprasangka buruk kalo dia itu 'aneh').
"maaf ya dek, tapi jangan marah ya, baju yang adek pakai terbalik"terangnya dengan senyum yang semakin melebar.
gubraaaaaaaaaaak!!!
ya Ampun.... ternyata eh ternyata, malunya diriku... dari rumah teman ganti baju, tapi karena terburu-buru, bajunya terpasang secara terbalik!!
dengan wajah merona aku berlalu ke toilet....
to be continued.........................
dari guru untuk pak sutradara dan pak produser.....
guru...
begitu profesi itu disebut secara gagah. dipuja dan dipuji dalam lagu, tulisan dan sejarah, namun direndah hinakan oleh sinetron kacangan indonesia. miris... itulah yang terfikir di benak saya manakala menyaksikan begitu banyak pelecehan suatu profesi yang mulia ini untuk 'membeli' sepotong tawa dari masyarakat. demi banksaku, semua kehormatan direnggut habis, bahkan sex pun menjadi konsumsi bebas sebagaimana mudahnya generasi muda sekarang membeli kondom bagaikan membeli permen. seperti inikah generasi penerus bangsa kita yang terkenal kaya, kaya akan budaya dan kaya akan sumber daya?lalu apa yang saya keluhkan disini dan apa urusan saya?
saya seorang guru. itu salah satu alasannya. alasan lain yang lebih utama adalah, profesi tercinta saya ini adalah gerbang bagi semua profesi di dunia. melalui didikannyalah kita bisa mendapat pengobatan dari seorang dokter, dipimpin oleh seorang presiden dan lain-lain. begitu mulianya seorang guru hingga jika ia mengajarkan yang rusak maka rusaklah siapa-siapa yang diajarinya. namun lihatlah wahai sahabat, tiadalah kami mengajarkan yang buruk maupun minta balas jasa atas apa yang telah kami lakukan atau atas nilai yang telah lahir dari goresan tinta kami. malahan seorang guru melepas anak2nya dengan doa yang tulus dan terkadang dengan air mata berlinang, moga anaknya sukses dunia akhirat. walau terkadang kami 'tak dipandang' dikemudian hari, namun keberhasilan siswa/1 kami merupakan anugerah yang tak terhingga bagi guru.
maka pantaskah rasanya penghinaan seperti dalam sinetron kacangan itu dialamatkan pada kami?
masih jelas teringat dibenak saya, sinetron 'a*ti sa*abat' di salah satu stasiun swasta. sinetron yang sangat menjijikkan dan bodoh! selalu menggambarkan siswa itu harus dimengerti tanpa memahami dan mengerti orang lain serta selalu berbuat benar, sementara sang guru selalu berbuat salah atau selalu salah pengertian!! wahai pak produser bodoh dan sutradara jahat yang terhormat, kami bukanlah sebodoh yang anda kira! beberapa diantara kami memang melakukan kesalahan, tapi bukan berarti anda bisa dengan leluasa menyorot 'buah busuk' sebagai gambaran kepribadian kami yang sebenarnya!!!
sadarkah anda, bahwa anda menusuk jantung kami dengan 'kreatifitas' anda. Anda telah tertawa dengan suksesnya diatas penghinaan pada kami! demi segepok uang anda telah tega menjual kehormatan kami melalui film2 anda! wahai bapak, sadarkah anda, bahwa anda turut menggelincirkan anak dan keponakan anda! anda yang seharusnya menjadi mitra kami dalam mendidik putra putri bangsa malah berlaku sebaliknya? bantu kami kembali melahirkan generasi muda bangsa yang bermutu dan berkualitas dengan kreatifitas anda! bantu kami membelajarkan siswa melalui ajakan anda untuk memberi rasa hormat kepada guru! bukan kami gila hormat, namun apakah profesi mulia kami tak layak dan tak pantas mendapat secercah kemuliaan di mata kalian?
dan para sahabat,, mari kembalikan kemuliaan seorang guru melalui kinerja yang profesional dan optimal. tetap semangat menjalankan amanah, meski tudingan dan cemoohan banyak 'nyasar' ke arahmu.
dan buat siswa siswi tercinta, hormati gurumu dan hargai mereka, karena dengan doa dan restu merekalah engkau bisa menimba ilmu...
salam cinta selalu buat guru dimanapun berada,.....
Cara membuat Sabun Mandi
Cara membuat Sabun Mandi
Bahan-Bahan yang dibutuhkan :
1. Minyak atau Lemak – Hampir semua minyak / lemak alami bisa dibuat menjadi sabun.
Cari yang mudah saja seperti: Minyak Kelapa, Minyak Sawit, Minyak Zaitun, Minyak
Jagung, Minyak Kedelai…
2. NaOH / KOH – Untuk mengubah minyak / lemak menjadi sabun. Bisa beli di toko
bahan kimia, ambil yang teknis saja.
3. Air – Sebagai katalis/pelarut. Pilih air sulingan atau air minum kemasan. Air dari pam
tidak bagus, banyak mengandung mineral.
4. Essential dan Fragrance Oils – Sebagai pengharum. Beli di toko bahan kimia atau
lainnya.
5. Pewarna – Untuk mewarnai sabun. Bisa juga memakai pewarna makanan.
6. Zat Aditif – Rempah, herbal, talk, tepung kanji/maizena dapat ditambahkan pada saat
“trace”.
Alat-alat yang dibutuhkan :
1. Sebuah masker sederhana - Dipakai selama pembuatan larutan NaOH / KOH saja.
2. Kacamata - Dipakai selama pembuatan larutan NaOH / KOH saja.
3. Sepasang sarung tangan karet - Dipakai selama pembuatan sabun.
4. Botol plastik - Untuk wadah air.
5. Timbangan dapur (dengan skala terkecil 1 atau 5 gram).
6. Kantong plastik kecil - Untuk menimbang NaOH/KOH.
7. Sendok stainless steel atau plastik-polipropilen - Untuk menuangkan NaOH / KOH
dan mengaduknya.
8. Wadah dari gelas atau plastik-polipropilene - Untuk tempat larutan NaOH/KOH
dengan air.
9. Wadah dari plastik - Untuk menimbang serta tempat air dan minyak.
10. Kain - Untuk menutup cetakan setelah diisi sabun.
11. Plastik tipis - Untuk melapisi cetakan.
12. Cetakan.
13. Blender dengan tutupnya.
14. Kain - Untuk menutup blender.
Cara pembuatan :
1. Siapkan cetakan. Cetakan bisa apa saja. Bisa loyang yang diminyaki, baki plastik yang
dialasi plastik tipis atau pipa PVC yang diminyaki. Siapkan cetakan yang cukup untuk
menampung semua hasil pembuatan sabun.
Cetakan: Untuk cetakan anda bisa menggunakan kayu atau karton yang dilapisi plastik
tipis, bahkan pipa PVC bisa dipakai. Jika menggunakan pipa PVC tutup bagian bawah
dengan plastik yang diikat dengan karet gelang, semprotkan minyak ke dalamnya,
tuangkan hasil sabun. Setelah mengeras buka tutupnya, dorong lalu potong akan
menghasilkan sabun yang bulat.
2 (dua) Resep Sabun Cair :
Resep#1 - sabun cair
340 g Minyak Sawit
170 g Minyak Kelapa
50 g Minyak Zaitun
122 g KOH – Kalium hidroksida + 250 g Air
10 cc fragrance + pewarna
(Proses Pada Suhu ruangan)
Recipe#2 - sabun cair
340 g Soybean Oil
80 g Coconut Oil
60 g Palm Oil
60 g Corn Oil
109 g KOH - Kalium hidroksida + 230 g Air
10 cc fragrance + pewarna
(Proses Pada Suhu ruangan)
2 (dua) Resep Sabun Padat :
Resep#1 - sabun padat
235 g Minyak Zaitun
150 g Minyak Kelapa
100 g Minyak Sawit
74 g NaOH – Natrium hidroksida + 210 g Air
10 cc fragrance + pewarna
(Proses Pada Suhu ruangan)
Resep#2 - sabun padat
250 g Minyak Sawit
140 g Minyak Kelapa
100 g Minyak Jagung
75.5 g NaOH – Natrium hidroksida + 210 g Air
10 cc fragrance + pewarna
(Proses Pada Suhu ruangan)
1. Timbang air dan NaOH / KOH, sesuai dengan Resep. Larutkan NaOH / KOH ke dalam
air sejuk / dingin (Jangan menggunakan wadah aluminium. Gunakan stainless steel, gelas
pyrex atau plastik-poliproplen). Jangan menuangkan air ke NaOH / KOH. Tuangkan
NaOH / KOH ke dalam air sedikit demi sedikit. Aduk higga larut. Pertama-tama larutan
akan panas dan berwarna keputihan. Setelah larut semuanya, simpan di tempat aman
untuk didinginkan sampai suhu ruangan. Akan didapatkan larutan yang jernih.
2. Timbang minyak (Minyak Kelapa, Minyak Sawit, Minyak Zaitun, Minyak Jagung,
Minyak Kedelai...) sesuai dengan Resep.
3. Tuangkan minyak yang sudah ditimbang ke dalam blender.
4. Hati hati tuangkan larutan NaOH / KOH ke dalam minyak.
5. Pasang cover blender, taruh kain di atas cover tadi untuk menghindari cipratan dan proses
pada putaran terendah. Hindari jangan sampai menciprat ke muka atau badan anda.
Hentikan blender dan periksa sabun untuk melihat tahap “trace”. “Trace” adalah kondisi
dimana sabun sudah terbentuk dan merupakan akhir dari proses pengadukan. Tandanya
adalah ketika campuran sabun mulai mengental. Apabila disentuh dengan sendok, maka
beberapa detik bekas sendok tadi masih membekas, itulah mengapa dinamakan “trace”.
6. Pada saat “trace” tadi anda bisa menambahkan pengharum, pewarna atau aditif. Aduk
beberapa detik kemudian hentikan putaran blender.
7. Tuang hasil sabun ini ke dalam cetakan. Tutup dengan kain untuk insulasi. Simpan sabun
dalam cetakan tadi selama satu hingga dua hari. Kemudian keluarkan dari cetakan,
potong sesuai selera. Simpan sekurang-kurangnya 3 minggu sebelum dipakai.
Semoga bermanfaat dan selamat mencoba ...


