Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

touring and wonderful roadtrip to pesisir selatan

“tempatnya asyik bang”, guman Farid padaku takkala menyantap pemandangan yang terbentang didepannya. Yupz, here we go again, touring n refreshing wisata darat dan bahari dua pulau di Pesisir Selatan. Walau rasa lelah mendera, namun terbayar lunas oleh perjalanan yang telah kami lalui.
Sabtu, sesuai rencana beberapa warga kimia, isra,S.Pd, Abdi,S.Si, Dayat S.Si, Inop S,Si, Farid, taufik, aya, Dian, anne, Tommy,  Cupaik n saia tentunya, melakukan perjalanan wisata ke kampoeng halamanku tercinta, Pesisir Selatan tepatnya ke Painan-Batang Kapas. Gelak canda sedang digelar, takkala kami bertemu di Batas ibukota Pesisir Selatan, Painan. Berbekal gulai ikan Pari dan goreng ikan balado hasil masakan saia di rumah, kami memacu kendaraan ke Air Terjun 7 Tingkat, Timbulun. Dengan derap langkah pasti, kami memasuki kompleks wisata air terjun Timbulun. Saking semangatnya, sampai2 lupa membawa nasi yang masih tergeletak pasrah di atas motor saia, ckckck… terpaksa saia dan tommy bergerilya mengambil makanan yang tertinggal tersebut.
Suara desis air terjun menyambut kedatangan kami. Airnya yang jernih berpadu dengan sejuknya alam dan rindangnya pepohonan semakin menggoda hasrat kenarsisan kami, keluar dari benteng hati. Tak pelak lagi, pose demi pose pun bersahutan, mengalahkan sahutan kicauan burung pipit di ranting pepohonan. Puas berpose, perut kamipun keroncongan minta di isi. Suap demi suap mengalir lancar di perut diiringi alunan nada air terjun nan indah dan gerak gemulai dedaunan di ranting pepohonan. Sungguh kenikmatan tak terhingga, makan di tempat nan indah yang merupakan Mahakarya Sang Pencipta. Dan semuanya tandas!! Hhmmm, yummy…
Waktu telah menunjukkan pukul 15.00 WIB. Tak terasa sudah 2 jam kami di tempat ini. Setelah melepas penat dan kenyang, kamipun menyambung langkah ke pantai carocok. Disana kami disambut oleh riak ombak pantai carocok yang seolah-olah menari menyambut kedatangan kami. Senyum pun kembali terkembang, diiringi gelak dan canda khas abdi, taufik, isra, farid de el el, kami berjalan menuju dermaga, tempat kapal yang akan membawa kami ke pulau cingkuak berlabuh. Tak lupa sedikit narsis dengan foto2 sambil mencuri2 waktu perjalanan. Kemudian dengan mengucapkan bismillahirrahmaanirrahim, bertolaklah kami ke pulau cingkuak. Ombaknya yang kecil menari-nari riang memanjat ke hamparan pasir putih nan halus. Sesekali kaki kami terantuk beberapa karang yang mangkal ditepian pantai tersebut. Inop langsung berinisiatif, its time for mandi-mandi…!! Hahahaha, jadilah kami semua nyemplung ke laut yang dangkal. Dengan ombak kecil dan hanya dengan kedalaman 1 meter sampai kira-kira 50 meter dari bibir pantai. Puas mandi-mandi di laut, giliran mata kami yang terpuaskan oleh sunset yang indah. Kemilau jingga di garis cakrawala merona, takkala mentari beranjak ke peraduannya memukau mata kami. Ditambah formasi tarian mega-mega aneka warna yang ditiup angin, sebagai pengantar tidur sang surya dan menyambut rembulan sebagai ‘sang ratu malam’ menemani kebersamaan kami. Tendapun dibangun, tikar digelar, namun bukan di dalam tenda melainkan di alam terbuka, dekat perapian yang disulut abdi dengan penuh kesabaran, xixixixi. Deburan ombak, petikan gitar tommy, suara cempreng dan merdu kami yang menyatu padu, ditambah cekikikan dan tawa lepas kami membahana ‘membakar’ pulau. Malam itu semarak!! Saling lempar cimeeh, semua dapat giliran. Setiap orang wajib menderita TBC malam itu (TBC = TaBolok Coy) hahahaha. Lelucon dan cemooh khas warga kimia ikut mengocok perut kami malam itu, hingga tetes demi tetes hujan turun. Sebel, tapi itulah rahmat. Justru karena hujan itu pula kami bisa beristirahat di ‘Villa’ yang kami sewa, agar fit menghadapi esok dengan kegiatan yang tak kalah serunya. Namun malang bagi anggota kami yang cantik, anne n aya, karena terpaksa menelan derita menjelang tidurnya akibat ngorok para jejaka yang sambung menyambung mengalahkan sahutan Guntur dan suara hujan di luar sana!! Xixixi, sampe2 anne menutup telinga dengan tissue agar bisa beristirahat dengan tenang menuju ke haribaan-Nya… xixixi (oooppps, peace!! hehe)
Minggu pagi, saia terbangun lebih awal. Posisi tidur sudah tidak karuan. Malang bagi salah satu anggota kami, karena mendapat suara terompet kehormatan plus gas H2S dari pantat temannya tepat di wajahnya, huahahaha…. Tak lama berselang semua keluar dari villa itu, demi menghindari perang kentut yang saling serang dan bersahutan (hayoooooooo, siapa kentut yang paling banyak n keras?? huahaha). Pagi itu diawali oleh deburan ombak dan kemilau jingga di ufuk timur. Sesekali gerombolan kelelawar melintas diantara sela jajaran bukit yang menghijau. Indah. Pagi yang sempurna untuk mandi2 di laut. Inop kembali beraksi, dengan hanya memakai celana boxer dan baju dalam, inop nyemplung ke laut yang indah, dan kebetulan nasib baik menghampiri kami. suatu pemandangan langka menghiasi mata kami pagi itu. sekumpulan lumba-lumba!!! dengan riangnya lumba2 tersebut menari di laut, sekitar 200 meter dari bibir pantai, dan dengan jelas kami bisa melihat liukan satwa air tersebut. puas memanjakan mata di pagi hari, kami menjelajah pulau, dan hon the man the thusde, untung kemaren gak jadi nyisir pulau, soalnya pagi itu kami baru tau, kalo di pulau yang sempit itu ternyata ada 4 buah kuburan!! Ih syereeeeeeeeem, xixixi… tapi alhamdulillah, malam itu gak terjadi apa2.
Tepat pukul 9.00 wib, kapal boat yang kami rental akhirnya datang juga. Seneng banget, karena itu artinya, tour bawah laut akan segera dmulai. Berbekal alat snorkling yang tersedia disana, kami menyusuri kerang2 indah di sepanjang pantai di pulau maman, sekitar 1 km dari pulau cingkuak tempat kami menginap. Semua terpesona melihat kekayaan bahari yang mempesona. This is the real paradise on earth!!!
Puas bersnorkling ria, kami kembali ke pulau untuk mencoba berbagai aktivitas menarik yang dtawarkan, jet sky, banana boat dan flying fox. Mantap daaaaaaaaaank!!! Hehehe… pada pukul 13.30 wib, kami beranjak hendak pulang. Setelah beres2, kami melangkah meninggalkan pulau dengan sejuta rasa di dada. Eits,  belum cukup sampai disana, setelah membeli nasi bungkus, kami melihat pemandangan alam yang luar biasa, yakni di bukit langkisau. Decakan kagum belum cukup membayar pesona yang ditawarkan tempat ini. Mantap!!!
Sore, rombongan sampai ke batang kapas, tanah kelahiranku tercinta. Setelah istirahat sejenak dan mengupas mangga muda, perjalanan ditutup dengan berpulangnya rombongan ke padang. Penat, letih dan sakit2, baru terasa ketika sampai drumah, namun perjalanan kali ini akan selalu terkenang. dan percaya gak percaya tapi harus percaya, biaya perjalanan kami ini hanya kurang lebih Rp. 100.000 per orang diluar konsumsi!!! keren kan??
jangan lewatkan juga, insyaAllah Tour de durian ke pesisir selatan buat nyicipin duren2 bermutu dan berkualitas,,, pokoke, maknyuuuuuuuuusssss...
Berikut dokumennya, moga berkenan…. ^_^
















  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Posting Komentar

Pengikut